Kabar Kampar
Dihari ke 2, KPK Lanjutkan Pemeriksaan ASN Kampar terkait Jembatan WFC Bangkinang
Bekawan.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus pembangunan Jembatan Water Front City Bangkinang, Kamis (5/9/2019).
Sejak pagi sekitar pukul 09.00 Wib, sejumlah ASN memasuki ruang serbaguna Polres Kampar tempat dilangsungkan pemeriksaan.

Terlihat sejumlah mantan pejabat seperti Mantan Sekretaris Dinas Bina Marga Zaini Dahlan, Mantan Kepala Bappeda Azwan, Kasi Jalan dan Jembatan Zainal Arifin serta sejumlah ASN lainnya.
Setelah diperiksa sekitar 2 jam, Mantan Kepala Bappenda Kampar Ir. Azwan terlihat keluar dari ruang pemeriksaan, didepan awak media ia menyebut dirinya hanya melengkapi data terkait Jembatan Water Pront City.
“Melengkapi data saja. Kita (Bappeda,red) hanya menganggarkan berapa dana yang dibutuhkan, soal teknis kita tidak tahu,” ungkapnya menjawab sejumlah pertanyaan awak media.
Ditanya terkait kembali munculnya MoU Multi Year Pembangunan Water Front City, padahal sudah dibatalkan dimasa jabatan DPRD 2009-2014, Asisten II Setda Kampar ini mengaku ada aturan yang dilanggar jika MoU disetujui saat APBD Perubahan.
“Ada aturan yang menyatakan bahwa aturan tidak boleh dilakukan (MoU) di APBD P, makanya di mundurkan di APBD murni,” jelasnya.

Azwan juga mengaku dirinya sudah 2 kali periksa atas kasus Jembatan Water Front City, ia juga mengaku tidak mengenal Manajer Wilayah ll PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, I Ketut Suarbawa (IKS) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
“Saya tak mengenal Ketut, kalau Adnan kenallah, Kabid awak tuh,” bebernya tersenyum.
Sekda Kampar Drs. Yusri saat dikonfirmasi terkait diperiksanya sejumlah ASN mengaku tengah mengikuti kegiatan dengan BPK sehingga ia meminta untuk menghubungi Asisten III Setda Kampar untuk dimintai keterangan.
Sementara itu Asisten III Setda Kampar Samsul Bahri menjelaskan dari KPK tentang pemanggilan sejumlah ASN, sudah masuk sejak Senin (2/9) lalu di Sekretariat Daerah Pemkab Kampar, dalam surat tersebut juga tercantum sejumlah nama ASN.
“Surat tentang pemanggilan sejumlah ASN itu sudah masuk sejak Senin, ada sejumlah nama yang dicantumkan baik dari eselon II sampai IV yang terkait dengan permasalahan tersebut,” ulasnya.
Sebelumnya KPK sudah memeriksa sejumlah ASN yang pernah menjabat di Dinas Bina Marga (PUPR sekarang,red), diantaranya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jembatan WFC Bangkinang, Adnan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 14 Maret 2019 lalu, 3 orang ASN lainnya yang diperiksa adalah Muhammad Katim PPK Perencanaan Proyek Jembatan Water Front City, Kasubag Umum dan Perencanaan Dinas Bina Marga dan Pengairan M Ropi dan staf Roni.
Selain ASN, KPK juga memeriksa 3 orang Mantan Pimpinan DPRD Kabupaten Kampar yang diperiksa adalah Syafrizal, Mantan Ketua DPRD Kabupaten Kampar periode 2009-2014, dan Unsur Pimpinan DPRD Kampar Priode 2014-2019 Ahmad Fikri dan Ir. Sahidin.
Kabar Kampar
Universitas Pahlawan Bangun Museum Rumah Lontiok di Kebun Raya Bangkinang
Bekawan.com – Rumah adat Lontiok atau Rumah Pancalang yang kini kian langka di Kabupaten Kampar, perlahan mulai dibangkitkan kembali. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) membangun Museum Sejarah dan Budaya khusus Rumah Lontiok di kawasan Kebun Raya Universitas Pahlawan, Jalan Datuk Seribu Garang, Bangkinang.
Langkah ini menjadi upaya konkret menyelamatkan warisan arsitektur tradisional Kampar yang hampir punah tergerus modernisasi.
Rektor Universitas Pahlawan, Prof. Dr. Amir Luthfi Dt. Bandaro Sati, mengatakan museum tersebut akan terdiri dari dua unit bangunan Rumah Lontiok asli. Pembangunan satu unit pertama saat ini dilaporkan hampir rampung, dan akan disusul satu unit lagi di sampingnya.
“Ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah identitas. Kami ingin mahasiswa dan masyarakat Kampar tidak lupa dengan akar budayanya sendiri. Rumah Lontiok adalah filosofi hidup orang Kampar,” ujar Prof. Amir Luthfi saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan lokasi di dalam kawasan Taman Kebun Raya bukan tanpa alasan. Selain sebagai ruang edukasi, museum ini nantinya akan menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan destinasi wisata edukasi budaya baru di Bangkinang.
Selama ini, Rumah Lontiok yang beratapkan ijuk dan berbentuk perahu dengan ujung lancip ke atas itu sudah sangat sulit ditemukan di perkampungan Kampar. Padahal, rumah ini memiliki nilai sejarah tinggi sebagai simbol status sosial dan kearifan lokal masyarakat Kampar tempo dulu.
Dengan adanya museum ini, UP berharap generasi muda tidak hanya mengenal Rumah Lontiok dari buku pelajaran, tetapi bisa melihat, menyentuh, dan mempelajari langsung konstruksi serta makna filosofis di balik setiap sudut rumah adat tersebut. (Sumber : FB. Univ.pahlawan) *dikembangkan menggunakan Meta AI
Kabar Kampar
Satlantas dan OPT Samsat Bangkinang Gelar Ramp Check Operasi Lancang Kuning
Bekawan.com— Satlantas Polres Kampar bersama UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang (Samsat) dan sejumlah instansi terkait menggelar pemeriksaan kendaraan bermotor atau ramp check di Simpang Panca Salo, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 untuk meningkatkan keselamatan berkendara dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor.
Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Kampar, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar, Dinas Perhubungan Kampar, serta Jasa Raharja. Pemeriksaan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing instansi, meliputi aspek keselamatan kendaraan dan kelengkapan administrasi.
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaannya mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis, disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia Ramdhani, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan operasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengutamakan keselamatan di jalan raya.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan. Karena itu, edukasi dan pendekatan humanis menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas,” ujar Wulan.
Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, membawa dokumen kendaraan yang dipersyaratkan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang, Ade Syaputra, S.E., M.Si., mengatakan keterlibatan Samsat dalam kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor.
Menurut Ade, kepatuhan membayar Pajak Kendaraan Bermotor sesuai ketentuan merupakan bagian dari tanggung jawab pemilik kendaraan. Sinergi dengan kepolisian dan instansi terkait juga diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai pelayanan dan kewajiban administrasi kendaraan.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Kampar bersama UPT Samsat Bangkinang berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas, menjaga kelayakan kendaraan, dan memenuhi kewajiban administrasi. Upaya tersebut diharapkan mendukung terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Kampar.
Kabar Kampar
Percepat Respons Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Baru untuk Damkar
Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat armada penyelamatan. Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyerahkan satu unit mobil rescue baru dan sejumlah sepeda motor kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) untuk mempercepat penanganan kegawatdaruratan di wilayah Kampar.
Penyerahan dilakukan secara simbolis usai apel rutin Senin pagi di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kampar. Mobil rescue tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kampar, Yuricho Efril, Senin (26/10/2026).

Kepala Dinas Damkar Yuricho Efril bersama Bupati melihat unit Kenderaan untuk operasional.
Bupati Ahmad Yuzar mengatakan, penambahan armada ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas operasional dan keselamatan masyarakat.
Ia menginstruksikan jajaran Damkar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memangkas waktu respons (response time) saat menerima laporan dari masyarakat.
“Koordinasi lintas sektor harus diperkuat. Fasilitas ini harus dirawat dengan baik dan digunakan secara optimal. Masyarakat harus merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan prima,” ujar Ahmad Yuzar dalam amanatnya.
Menurutnya, keberadaan mobil rescue baru ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi personel Damkar di lapangan dalam menjalankan tugas penyelamatan dan penanggulangan bencana.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar.
-
Kabar8 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik8 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar7 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik7 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik11 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik7 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar8 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
