Connect with us

Kabar

Kontroversi Pembangunan Sumur Resapan di Areal Candi Muara Takus

Published

on

Bekawan.com – Candi Muara Takus yang terletak di Desa Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar merupakan bukti nyata adanya peradaban pada masa lampau di daerah Pulau Sumatra, khususnya di Kabupaten Kampar, Riau.

Candi yang merupakan peninggalan dari kerajaan Sriwijaya ini pun sampai sekarang masih menyisakan teka-teki dan perdebatan perihal tahun bangunan candi ini di bangun benarkah candi ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya.

Candi Muara Takus.

Dipercaya sabagai pusat kerajaan melayu tua nusantara, Candi Muara Takus pun mendapat perhatian lebih dari pemerintahan Republik Indonesia terutama dari Balai Pelastarian Cagar Budaya (BPCB), saat ini mereka menggali tanah di areal candi untuk membuat sumur resapan dan Biopori namun sayang pengerjannya menuai kontroversi dari sejumlah pihak.

BPCB sendiri merupakan unit pelaksanaan teknis Kementrian Pendidikan dan Kementrian Kebudayaan yang bertanggung jawab kepada direktur Jendral Kebudayaan.

Sejumlah sumur resapan diareal candi.

Warga tempatan menyebut bahwa pembangunan sumur resapan dinilai janggal karena kawasan Candi Muara Takus tidak pernah banjir. Masyarakat khawatir penggalian tanah yang tidak jauh dari bangunan candi hanya untuk menggali artefak-artefak.

“Untuk apa membangun sumur resapan, sejak saya kecil sampai sekarang kompleks Candi Muara Takus tidak pernah sekalipun tergenang air, apalagi sampai banjir. Jangan-jangan ini hanya merupakan topeng, tujuan penggalian di sekeliling kompleks candi bertujuan untuk mencari dan mengambil artefak yang masih terkubur di kompleks Candi,” ungkapnya, Minggu (22/9).

Pengerjaan pembuatan Biopori.

Penolakan bukan hanya berasal dari masyarakat sekitar Candi Muara Takus, Tetapi juga berasal dari sejarawan yang juga Pucuk Suku Melayu Bendang, Datuk Abdul Latif.

Ia menyebut bahwa terdapat 51 sumur resapan yang akan di bangun, memiliki kedalaman 3 meter dengan diameter 1 meter yang di perkirakan mampu menampung debit air 3 kubik air satu lubang. ia menyebut BPCB juga membangun 1500 lubang biopori di sekeliling candi.

“Apakah Arkeolog itu bermaksud menyelamatkan candi atau menyelamatkan tempat parkir. Jika pembangunan ini tetap dilakukan maka saya rasa Candi Muara Takus Akan tenggelam atau roboh 4 hingga 5 tahun mendatang,” bebernya, Rabu (25/9).

Sementara itu, pihak BPCB menjelaskan pembuatan sumur resapan dan biopori merupakan bagian dari penataan lingkungan Candi Muara Takus yang bertujuan menanggulangi permasalah lingkungan terutama air yang tergenang di dalam lingkungan candi yang diperkirakan dapat merusak candi.

Foto kiriman dari BPCB yang memperlihatkan genangan air di areal candi.

“Jadi tahun ini dibuatlah biopori dan sumur resapan berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh para ahli dibidangnya,” jelas BPCB lewat akun Instagramnya @bpcb_sumbar. (Aldi Irpan).

Continue Reading

Kabar Kampar

Ingin Ikut Tentukan Wabup Kampar, Ayo Ke PKS

Published

on

Ustadz Tamarudin, S.Pdi

Bekawan.com -Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kampar punya cara unik untuk menentukan siapa Calon Wakil Bupati Kampar yang akan mereka usung, Ketua DPD PKS Ustadz Tamarudin, S.Pdi menyebut mereka akan membuka ruang kepada masyarakat dan tokoh untuk untuk memberikan pandangan tentang kriteria Calon Wakil Bupati Kampar.

“Untuk beberapa minggu kedepan kita akan membuka ruang kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan pandangan – pandangan yang bisa menjadi masukan bagi kita. Walau pun tidak mengerucut ke salahsatu nama, paling tidak bisa mengarah ke kriteria dan siapapun yang lahir dari proses ini diharapkan bisa membantu Bupati dalam bekerja,” paparnya saat ditemui di Kantor DPD PKS, Senin (20/1/2020) sore.

Tamarudin membagi pemilihan Wakil Bupati sudah memasuki tiga fase, yang pertama sebelum Pileg, fase kedua setelah Pileg dan fase ketiga setelah Partai Golkar Kampar memunculkan satu nama Bakal Calon Wabup.

“Di Fase pertama, kita dari Partai koalisi sudah melakukan pertemuan – pertemuan yang membicarakan siapa sosok Wabup yang akan mendampingi Bupati Catur dan ini berjalan alot serta belum memunculkan kesepakatan,” katanya.

Fase kedua lanjut Tamar, pertemuan antar enam Partai koalisi saat itu sangat kondusif serta saling terbuka, “dan sekarang ini adalah fase ketiga setelah Golkar memunculkan satu nama, tentu kita perlu mennyikapi sebagai salahsatu Partai koalisi,” tutur Tamar.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang seberapa yakin PKS terhadap adanya Wakil Bupati Kampar jelang berakhirnya masa jabatan Bupati Catur Sugeng Susanto, Tamarudin mengungkapkan bahwa PKS optimis Kampar akan punya Wabup asal partai koalisi memiliki iktikad yang baik untuk Kampar.

“Saya masih optimis kalau berangkat dari niat baik partai koalisi. Semoga kawan-kawan partai yang lain juga punya iktikat baik untuk kampar sehingga bisa saling berkomunikasi sehingga menghasilkan kebijakan yang baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagai masyarakat Kampar yang memiliki budaya yang tinggi jika berhasil mendudukkan Wabup sebelum masa jabatan Bupati saat ini berakhir, maka akan menjadi suatu contoh yang baik dan akan mengharumkan nama Kampar hingga ke Nasional.

“Mengingat saat ini di Jakarta sendiri masih belum bisa menentukan posisi wakil Gubernur, kalau ini tercipta nama Kampar akan harum tidak hanya di Riau tapi di kancah Nasional,” bebernya.

Continue Reading

Kabar

Konsultasi dengan Gubri, H. Zukri : Kita Ingin bantuan Rumah Ibadah, Ponpes Jadi Prioritas

Published

on

Bekawan.com -Dalam rangka percepatan pembicaraan awal persiapan APBD 2021 dengan harapan APBD Pro rakyat yang Efesien dan Akuntabel, Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau melakukan Konsultasi dengan Gubernur Riau yang di laksanakan digedung DPRD Prov Riau Kamis (16/01/2020).

Pada rapat tersebut, dilakukan Sinergisitas untuk bisa diharapkan melahirkan APBD yang lebih memprioritaskan belanja publik, pada kesempatan itu DPRD Provinsi Riau dan Gubernur Riau sepakat bahwa bantuan keuangan Daerah di buka kembali khusus untuk kegiatan yang di kerjakan Provinsi pada sebelumnya terkesan mangkrak karena kewenangan maka harus di selesaikan.

Pada pertemuan tersebut, DPRD Prov Riau dan Gubernur Riau juga sepakat bantuan rumah Ibadah bisa di maksimalkan di tahun 2021 melalui Dana Hibah Fisik, dan tidak dalam bentuk keuangan. yang akan sinergikan dengan kabupaten kota untuk pembiayaan seluruh kebutuhan anak yatim di Provinsi Riau.

Saat dikonfirmasi awak media seusai acara pertemuan, Wakil ketua DPRD Provinsi Riau H. Zukri Menjelaskan bahwa DPRD Prov Riau ingin bantuan Rumah ibadah seperti Mesjid, Pondok Pesantren dan bantuan Anak yatim Menjadi Prioritas Pemerintah Provinsi Riau.

Lebih lanjut, Zukri menyampaikan bahwa bagaimana memang mengakomodir untuk bantuan anak – anak yatim yang bisa di MoU jadi bajaj shaering antara Kabupaten/Kota dan Provinsi.

“hendaknya bantuan untuk anak – anak yatim itu betul- betul direkomendasi dan dibantu oleh pemerintah daerah, dan juga akan diprioritaskan untuk bantuan rumah ibadah, seperti Masjid dan Pondok Pesantren yang beruba bantuan Fisik,”Ungkap Wakil Ketua DPRD Prov Riau yang Akrab dipanggil Bang Kri ini.

Hadir Pada kesempatan itu, Gubernur Riau, Ketua DPRD Provinsi Riau, Wakil Ketua DPRD H. Zukri, Anggota DPRD Prov Riau dan Para undangan lainnya. (rls)

Continue Reading

Kabar Rohil

Penghijauan, Polres Rohil Tanam 2000 Pohon

Published

on

Bekawan.com – Polres Rokan Hilir (Rohil) melakukan penghijauan dengan menanam 2000 bibit pohon di sekitar areal Polres Rohil, Kelurahan Banjar XII, Ujung Tanjung, Jumat (10/1/2020).

Pada penghijauan ini ditanam 2.000 pohon.

Kapolres Rohil, AKBP M Mustofa SIK MSi melalui Kasubag Humas, AKP Juliandi SH, menyebut penanaman yang terdiri dari 8 jenis ini kebanyakan buah-buahan ini merupakan kegiatan Polres Rohil yang peduli dengan lingkungan.

Kegiatan penghijauan itu dipimpin langsung oleh Kapolres Rohil dan dihadiri Wakapolres Rohil Kompol James I. S Rajagukguk SIK MH, Forkopimda Rohil, Para Pejabat Utama Polres Rohil, Bhayangkari Cabang Rohil, perwakilan organisasi kepemudaan, perwakilan perusahaan, dan para pelajar.

Dalam amanatnya Kapolres Rohil mengatakan, program penghijauan ini merupakan wujud pengabdian Polri dalam mendukung dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Selain itu juga merupakan komitmen Pimpinan Polri bersama masyarakat bersatupadu untuk melakukan antisipasi permasalahan lingkungan dengan melakukan penanaman “Satu Juta Pohon”,” ungkap Kapolres.

Adapun pohon yang ditanam berjumlah 2.000 pohon dengan delapan jenis yakni Pohon Mangga 309 Pohon, Kelengkeng  302 Pohon, Rambutan 379 Pohon, Sawo 341 Pohon, Jambu biji 279 Pohon, Mahoni 200 Pohon, Ketapang 110 Pohon, dan Durian Montong 80 Pohon.

( Ibnusina )
  

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Trending