Connect with us

Kabar Kampar

Kadis Perpustakan Kampar Resmikan Pustaka Lentera Ilmu Desa Gunung Bungsu

Published

on

Bekawan.com – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kampar Drs. Mahadi meresmikan Perpustakan Desa Gunung Bungsu yang diberi nama Pustaka Lentera Ilmu, Sabtu (17/7/2021).

Dalam arahannya Mahadi mengharapkan perpustakan desa bisa memberi impact atau dampak kepada masyarakat sehingga juga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, seperti Perpustakaan Lentera Ilmu Desa Laboy Jaya Kecamatan Bangkinang yang meraih juara 1 ditingkat Provinsi Riau.

“Kehadiran perpustakan ini harus bisa memberi impact kepada masyarakat, misalnya jika masyarakat kita petani karet, maka perpustakan ini harus melengkapi buku tentang karet dan sebagainya, Perpustakaan Gunung Bungsu harus bisa seperti Perpustakaan Desa Laboy Jaya yang juara 1 tingkat Provinsi Riau,” ungkap Mahadi.

Mantan Kadis Perhubungan Kampar ini juga menjelaskan bahwa dengan peresmian Perpustakan Lentera Ilmu Desa Gunung Bungsu, maka Kabupaten Kampar telah memiliki 58 Perpustakaan desa. Ia juga mengungkapkan lahirnya perpustakaan desa berdasarkan Undang-undang 43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan Nasional bahwa perpustakaan sudah menjadi hal yang kokoh dalam memajukan harkat dan martabat Bangsa Indonesia.

“Berdasarkan undang-undang tentang perpustakaan itu maka lahirlah Perda dan Perbup tentang perpustakaan dan lahirnya perpustakaan desa, termasuk yang kita Resmikan hari ini, tak lepas dari semangat dari Kades yang terus datang ketempat kami untuk berkoordinasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Gunung Bungsu Ns. Dedi Putera berterimakasih kepada Kadis Perpustakaan dan jajaran serta Dinas Kebudayaan yang telah datang serta kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya perpuskaaan Desa Gunung Bungsu.

“Semoga kehadiran perpustakaan desa ini memberi dampak kepada masyarakat dan juga bisa mengurangi demam gudget pada anak-anak kita,” ungkap Kades.

Dalam acara peresmian Pustaka Lentera Ilmu juga diramaikan dengan lomba permainan tradisional yang ditaja oleh Komite Permainan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kampar dan penyerahan buku dari Kasi Kebudayaan Dinas Pariwisata Kampar dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Diniyah Pekanbaru.

Hadir dalam acara ini, Kadis Perpustakaan, Perwakilan Dinas Pariwisata, jajaran pengurus KPOTI Kampar, Civitas akademika STAI Diniyah Pekanbaru, Camat XIII Koto Kampar dan warga desa Gunung Bungsu, semua undangan yang hadir menerapkan protokol kesehatan.

 

Continue Reading

Kabar Kampar

Kampar Segera Miliki Perda Kawasan Tanpa Rokok, Ada Sanksi Penjara dan Denda

Published

on

 

Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kesehatan dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kampar menggelar pertemuan terkait dengan wacana pembentukan Perda Kawasan Tanpa Rokok.

Kabid Kesehatan Masyarakat Afrida Yanti menjelaskan bahwa selama ini Kampar baru memiliki Perbup Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang belum berjalan maksimal, padahal menurutnya Kampar sudah harus memiliki Perda karena hal ini sudah diatur dalam Permenkes dan berdasarkan undang-undang kesehatan terkait zat adiktif termasuk rokok.

“Kami diundang Pak Dewan untuk usulan Perda Kawasan Tanpa rokok, sebenarnya kita tertinggal dalam hal ini karena daerah lain sudah punya (perda,red),” ungkap Afrida Yanti didampingi Kasi Promosi Kesehatan dr. Yudi Susanto usai rapat dengan Bapemperda, Senin (20/9/2021).

Sementara itu, Ketua Bapemperda Kampar Juswari Umar Said mengungkapkan sejumlah kawasan yang diatur dalam rancangan Perda KTR ini diantaranya fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, rumah ibadah, angkutan umum, tempat kerj, tempat umum serta fasilitas olahraga.

“Larangan-larangan ini tentu ada dampak dengan PAD, karena ada juga larangan untuk tidak berjualan atau mempromosikan rokok di KTR nantinya, tapi kita nilai aturan ini baik maka kita lanjutkan,” papar Juswari.

Politisi Demokrat juga mengungkapkan sanksi yang akan diberikan kepada pelanggar Perda ini diantaranya denda dan kurungan penjara minimal 3 bulan dan maksimal 6 bulan kurungan.

“Untuk besaran dendanya masih dibahas. Minggu ini agenda kita perbaikan redaksi, dan minggu depan kita serahkan Kemenkumham, dari sana kalau ada perubahan kita perbaiki, baru nanti kita Paripurnakan,” jelas Juswari.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kejari Kampar Bidik Pengadaan Alkes RSUD Bangkinang

Published

on

Kajari Kampar Arif Budiman melakukan pemeriksaan saksi dari Irjen Kemenkes.

Bekawan.com – Kejaksaan Negeri Kampar tengah membidik dan mendalami dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Kedokteran yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Tim Penyidik Kejari Kampar juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Kesehatan.

Guna menggali informasi  pengadaan Alkes Kedokteran dan KB di RSUD Bangkinang pada Tahun Anggaran 2012 itu, Penyidik Kejari Kampar melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari Irjen Kementrian Kesehatan tersebut, bertempat di gedung bidang Pidana Khusus (Pidsus) Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (17/9/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar Arif Budiman turun tangan melakukan pemeriksaan bersama dengan Kasi Pidana Khusus Amri Sayekti Rahmanto.

“Pemeriksaan itu dilakukan ada dua orang dari Itjen Kemenkes, perkara ini sudah kita tingkatkan ke penyidikan yang sudah ditetapkan pada tanggal 8 September lalu),” ujar Kajari Kampar Arif Budiman melalui Kasi Intel Silfanus Rotua Simanullang saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jumat (17/9/2021).

Kasi Intel Silfanus R. Simanullang didampingi sejumlah jaksa menjawab pertanyaan sejumlah wartawan.

Lebih lanjut, dikatakan Silfanus, bahwa perkara ini sudah ditingkatkan ke tahapan penyidikan, berdasarkan hasil setelah sebelumnya Kejari melakukan gelar perkara pada tahap hasil penyelidikan.

“Sebelumnya kita menggelar perkara, baik itu penyidikan, ekspos maupun pimpinan kita berkesimpulan ini dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya, di tahapan penyelidikan beberapa pihak sudah kita lakukan untuk meminta keterangan yang ada sekitar delapan orang,” terang Silfanus.

Mantan Penyidik Pidsus di Kejati Riau ini menambahkan sejumlah pihak yang sudah dimintai keterangan diantaranya pejabat pengadaan, panitia penerima hasil pekerjaan, PPK dan pihak – pihak yang berkaitan langsung dengan kegiatan pengadaan alat kesehatan.

Continue Reading

Kabar Kampar

Pasca Dikunjungi Menteri Sandiaga Uno, Wisata Puncak Kompe Semakin Ramai

Published

on

Masterplan Pembangunan Kawasan Wisata Puncak Kompe.

Bekawan.com – Pasca dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Kawasan Wisata Puncak Kompe yang berada Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Menurut Ketua Pokdarwis Puncak Kompe Ocu Imus, peningkatan pengunjung ke tempat wisata yang berada di Kawasan PLTA Koto Panjang ini mencapai 50 persen.

Menparekraf Sandiaga Uno saat berkunjung di Puncak Kompe.

“Peningkatannya signifikan sampai 50 persen, Alhamdulillah ramai pengunjung, apalagi diakhir pekan,” ungkap Imus, Kamis (16/9).

Sebelumnya, Manparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Kawasan Puncak Kompe Hari Minggu (12/9/2021) lalu, didampingi Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar dan Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, kunjungan Mantan Wakil Gubernur DKI ini dalam rangka penilaian langsung terhadap Desa Koto Mesjid yang masuk dalam 50 besar Nominasi Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021.

Para pengunjung saat menikmati durian diatas Puncak Kompe, eh.. ada Pak Bupati juga.

Dalam kunjungannya Papa Online berharap, kreatifitas warga Desa Koto Masjid ini juga semakin membuka peluang untuk mencintai destinasi-destinasi wisata di Riau. Sebab, menurut Sandiaga, obyek wisata Puncak Kompe tak kalah menarik dengan Raja Ampat di Papua.

“Mari kita cintai destinasi-destinasi wisata kita, termasuk di Riau. Tidak perlu keluar negeri untuk berwisata, dan kalau kangen Raja Ampat bisa ke Kampar,” ajak Sandi.

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Trending