Connect with us

SOSOK

Effendi Sianipar Rehab Ribuan Rumah Melalui BSPS, Warga Harapkan Kembali Wakili Rakyat Riau di Jakarta

Published

on

Salah satu rumah warga yang direhab lewat Pokir Effendi Sianipar. Foto : Won/Bekawan.com

Bekawan.com – Anggota Komisi V DPR RI Ir. Effendi Sianipar, MM. M.Si menggelontorkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal dengan program rehab rumah di berbagai kabupaten kota se- Provinsi Riau tahun 2023.

Program pemerintah melalui kementerian PUPR RI ini sangat diminati oleh masyarakat Riau, karena bantuan yang cukup besar dan disalurkan dengan sangat efektif sehingga rumah dapat di bangun dan terselesaikan dengan baik dan layak dihuni.

Salah seorang penerima manfaat program BSPS di Kelurahan Selat Panjang Kota Kabupaten Kepulauan Meranti Rinin terharu saat ditanya awak media karena dirinya merupakan salah satu penerima bantuan dari ratusan warga di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Rinin tidak pernah menyangka ia dan anak serta cucu- cucunya sekarang tinggal dirumah yang layak dihuni dan nyaman untuk pertumbuhan ketiga cucunya nanti.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Effendi Sianipar telah membantu membangun tempat tinggal kami” ucap wanita yang menyandarkan hidupnya kepada putri- putrinya ini.

“Bapak Effendi Sianipar harus jadi dewan lagi, agar yang lain juga terbantu pak,” harap Bu Rinin.

Rinin yang sudah tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan ini hanya berharap kepada putrinya sebagai tulang punggung keluarga, “saya tak bisa bekerja lagi, dan anak saya bekerja di supermarket memenuhi kebutuhan sehari-hari dirumah ini,” ungkap Rinin dihadapan penerima bantuan lainnya.

Sementara itu dari tim pengusung dari aspirasi untuk Kabupaten Kepulauan Meranti Cun Cun, SE., M.Si mengungkapkan rasa terimakasih kepada Effendi Sianipar atas berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kepulauan Meranti salah satunya program BSPS.

“Bapak Effendi Sianipar sangat menaruh perhatian di Kepulauan Meranti, sehingga banyak kegiatan di pusat yang dibawa langsung oleh beliau ke sini, salah satunya BSPS ini,” terang Cun Cun yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dilanjutkan Cun cun, Kepulauan Meranti masih banyak warganya yang memiliki tempat tinggal yang tidak layak, sehingga butuh perhatian lebih, ia dan warganya berharap jumlah kuota BSPS di kabupaten Kepulauan Meranti ini dapat di tingkatkan lagi melalui aspirasi bapak Effendi Sianipar.

Sebagai wakil rakyat dari Partai PDI Perjuangan ia beserta tim dan relawan berharap Effendi Sianipar yang telah dua periode wakili rakyat Riau khusus Dapil Riau 1 di senayan kembali berjuang di gedung parlemen, “kita akan bekerja dengan keras untuk kepentingan masyarakat Kepulauan Meranti ini,” tegas Cun Cun.

Public Speaking

CEO NoLimit Indonesia Ngisi Kuliah Tamu di S2 Medkom UIN Suska Riau 

Published

on

Bekawan.com – Co-founder & CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa menjadi Narasumber di Kuliah Tamu yang ditaja S2 Medkom UIN Suska Riau, Jumat (18/9/2026).

Acara yang digelar di Gedung Teater Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi ini dibuka Dekan FDIK Prof. Masduki dan dihadiri Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Magister Media dan Komunikasi (Medkom) Dr. Tika Mutia, Kaprodi PMI Dr. Yefni, para dosen dan civitas akademika FDIK UIN Suska.

Didepan mahasiswa S2 Medkom dan SI Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), CEO perusahaan penyedia teknologi berbasis big data ini memaparkan tantangan terkait produksi dan bersaing dengan informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Peran teman-teman dimasa depan adalah bagaimana mengubah data menjadi sebuah keputusan dan aksi, dan ini strategi. Harapannya teman lulus dari UIN punya mindset itu,” ungkapnya.

Co-founder & CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa.

Pria lulusan S3 Manajemen Pemasaran dari Universitas Indonesia ini juga mengingatkan bahwa perkembangan AI harus disikapi bijak oleh mahasiswa, menempatkan pada porsinya sehingga tidak dikendalikan oleh AI.

“Kita sebagai mahasiswa tentu tidak bisa anti kemajuan teknologi, AI dijadikan alat bantu dan kita harus tetap jadi Authority -nya, yang pada akhirnya rasa digantikan oleh mesin atau AI,” pungkasnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kepala Bapenda Kampar Zamhur Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD

Published

on

Kepala Bapenda Zamhur saat memimpin rapat percepatan penerimaan PAD Kabupaten Kampar.

Bekawan.com – Pemkab Kampar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah menyusun kajian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada. Hal itu diungkapkan Kepala Bapenda Kampar Zamhur, ST, MM dalam rapat Percepatan Penerimaan PAD kabupaten Kampar yang berlangsung di Aula Bapenda, Selasa (8/9/2026) siang.

“Pemkab Kampar melalui Bapenda sedang menginisiasi sebuah kajian bagaimana potensi daerah kita tergarap maksimal dan masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada, jadi kita bikin kajian itu baik dari sisi retribusi maupun pajak daerah,” papar Zamhur.

Dengan kajian potensi ini, Kepala Bapenda menyebut akan ada perubahan metode dalam menentukan jumlah target PAD masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap tahunnya.

“Jika selama ini kita selalu berdasarkan realisasi tahun sebelumnya, jika tercapai target di tahun sebelumnya, maka tahun ini di tingkatkan, jika tidak tercapai, lalu diturunkan tergetnya, kedepan tidak seperti itu lagi. Ketika kita sudah tahu potensi pajak dan retribusi daerah, tercapai atau tidak hanya satu satu indikator, ada indikator utama yaitu potensi pajak dan retribusi daerah,” papar Zamhur didepan perwakilan OPD Penghasil PAD.

Sejumlah perwakilan OPD saat mengikuti rapat yang dipimpin Kepala Bapenda Kampar.

Langkah ini, lanjut Zamhur juga akan berdampak terhadap penilaian kemampuan kepala OPD dalam memimpin instansinya. Bahwa khusus bagi OPD penghasil PAD akan sangat mudah menentukan apakah Kepala OPD tersebut berhasil atau tidak memimpin instansinya.

“Salah satunya indikatornya adalah keberhasilan merealisasikan target yang tetapkan, Bapenda Kampar juga telah memastikan bahwa saat ini target yang diberikan ke masing-masing OPD sesuai dengan potensi yang ada. Sehingga apabila tercapai, itu ada prestasi bagi kepala OPD, namun jika tidak tercapai ini tentu akan ada evaluasi dari pimpinan, karena kita telah menetapkan sesuai potensi yang ada sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut masing-masing OPD juga memaparkan persentase target yang telah dicapai hingga peluang peningkatan PAD, mulai dari penyewaan Billboard di Diskominfo Kampar, Tenaga Kerja Asing (TKA) hingga memaksimalkan potensi wisata di Kawasan Danau Rusa.

Continue Reading

SOSOK

Peringati Maulid, Jemaah Masjid Nurul Iman Kiap Jaya Membludak Saksikan Ustadz Dudung Sulaeman

Published

on

By

Bekawan.com – Jama’ah Masjid Nurul Iman, Desa Kiap Jaya, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026. Tingginya antusiasme masyarakat membuat jamaah tumpah ruah hingga memenuhi teras masjid dan berlangsung meriah serta penuh khidmat, Ahad (6/9/2026) malam.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya Ustadz H. Dudung Sulaeman, S.TP., M.Pd.I, dengan menyampaikan tausiyah dengan tema ‘Kepemimpinan Rasullullah Panduan Bagi Generasi Muda’. Ustadz Dudung yang dikenal merupakan sosok memiliki perjalanan hidup cukup unik, selain sebagai pendakwah dan Pendongeng Islami Riau dari Pekanbaru, ia juga pernah berkecimpung sebagai pemain sinetron kolosal Indosiar serta pernah menjadi chef di Timur Tengah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini dengan tausiyah tidak hanya disampaikan melalui metode ceramah konvensional. Ustadz Dudung menghadirkan konsep dakwah kreatif dan edukatif dengan memanfaatkan layar infokus sebagai media visual.

Di hadapan jamaah, ditayangkan kisah perjalanan sejarah menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW, termasuk peristiwa pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah yang datang hendak menghancurkan Ka’bah. Visual yang ditampilkan membuat jamaah, termasuk anak-anak dan generasi muda lebih mudah membayangkan rangkaian peristiwa yang menjadi bagian penting dari sejarah kelahiran Rasulullah SAW.

Cerita kemudian dibawakan dengan gaya story telling, sehingga suasana masjid terasa seperti ruang belajar sejarah Islam yang hidup. Jamaah tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak mengikuti alur kisah melalui gambar dan tayangan yang disajikan di layar.

Sesekali suasana serius tersebut dicairkan dengan candaan spontan khas Ustadz Dudung, yang membuat jamaah tertawa. Setelah itu, suasana kembali syahdu ketika jamaah diajak bersama-sama melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Ketua Irmas masjid Nurul Iman Isantria mengatakan, tausiyah kali ini berbeda dengan Perpaduan antara tausiyah, dongeng Islami, visual infokus, humor dan lantunan shalawat membuat peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Iman terasa berbeda. Tentunya pesan keagamaan disampaikan dengan pendekatan yang lebih ringan, komunikatif dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Dalam tausiyahnya, Ustadz Dudung mengajak jamaah untuk tidak menjadikan Maulid Nabi sekadar acara tahunan. Maulid bukan hanya tentang mengingat kapan Rasulullah dilahirkan, yang lebih penting adalah bagaimana kita menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita sehari-hari,” ungkapnya

Bahkan, Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam berbagai aspek kehidupan. Kecintaan kepada Nabi harus dibuktikan melalui perilaku, mulai dari kejujuran, kasih sayang, menjaga silaturahmi, menghormati orang tua, menyayangi anak-anak hingga mempererat persaudaraan sesama umat.

“Antusiasme Jama’ah terlihat sepanjang acara. Ruang utama Masjid Nurul Iman dipadati olah Jama’ah, sementara sebagian Jama’ah lainnya mengikuti rangkaian acara hingga teras masjid” ucap Isantria.

Selanjutnya bagi masyarakat Kiap Jaya, momentum tersebut bukan hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menanamkan kecintaan kepada Rasulullah kepada generasi muda.

Dengan konsep dakwah yang memadukan cerita sejarah, teknologi visual, humor dan shalawat, peringatan Maulid Nabi di Kiap Jaya menjadi gambaran bahwa dakwah dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan nilai-nilai religiusnya. (Gian)

Continue Reading

Trending