Connect with us

SOSOK

Prabowo dan Lula dalam Pandangan Budiman Sudjatmiko: Mencari Jalan Menuju Kemandirian Bangsa

Published

on

Ketua Dewan Pembina Pasti Desa Budiman Sudjatmiko

Bekawan.com – Perbandingan menarik disampaikan Budiman Sudjatmiko ketika berbicara mengenai Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Menurutnya, kedua pemimpin negara tersebut memiliki kesamaan dalam memperjuangkan kemandirian bangsa dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Pernyataan itu disampaikan Budiman dalam acara Rapat Koordinasi Relawan PASTI Desa se-Provinsi Riau yang berlangsung di Hotel Tjokro, Pekanbaru, Jumat (30/10/2026).

PASTI Desa merupakan jaringan relawan yang siap mendukung program-program Presiden Prabowo Subianto. Salah satu peran yang dijalankan adalah melakukan sosialisasi berbagai kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat desa.

Acara PASTI di Pekanbaru, Jumat 30 Oktober 2026.

Dalam struktur organisasi PASTI Desa, H. Ahmad Wahyudin Nasyar, S.E., M.M. dipercaya sebagai Ketua Umum, sementara Hj. Wargiyati, S.E. menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah. Adapun Budiman Sudjatmiko duduk sebagai Ketua Dewan Pembina. Di tingkat daerah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PASTI Desa Provinsi Riau dipimpin oleh DR (C) Syofian, S.H., M.H.

Keberadaan jaringan relawan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat desa. Tidak hanya menyampaikan informasi mengenai program-program pemerintah, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai arah dan tujuan kebijakan pembangunan nasional.

Ketua Umum Pasti Desa Provinsi Riau

Dengan jaringan yang menjangkau desa-desa, PASTI Desa memiliki ruang untuk menjadi penghubung antara agenda pembangunan pemerintah pusat dan realitas kehidupan masyarakat di tingkat akar rumput.

Prabowo dan Lula: Dua Pemimpin, Satu Gagasan Kemandirian

Dalam forum tersebut, Budiman mengangkat perbandingan antara Prabowo dan Lula sebagai dua pemimpin negara yang memiliki kesamaan dalam memperjuangkan kemandirian bangsa.

Pandangan Budiman menarik untuk dicermati. Sebab, membandingkan Prabowo dengan Lula bukan sekadar membandingkan dua kepala negara, melainkan membuka diskusi lebih luas tentang model pembangunan, peran negara, pengentasan kemiskinan, dan bagaimana sebuah bangsa menentukan masa depannya sendiri.

Budiman, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), melihat bahwa persamaan keduanya terletak pada konsistensi agenda pembangunan yang memperjuangkan kemandirian bangsa.

Dalam pandangannya, tantangan pembangunan saat ini adalah bagaimana sebuah negara mampu menguasai teknologi, mesin produksi, data, dan rantai pasok ekonomi. Kemandirian tidak cukup hanya dengan memiliki sumber daya alam, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengolah dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sebuah gagasan yang patut direnungkan : Lula dan Perjuangan Melawan Kemiskinan

Luiz Inácio Lula da Silva bukan sosok yang muncul begitu saja dalam panggung politik Brasil. Perjalanan hidupnya lekat dengan pengalaman kemiskinan dan perjuangan kaum pekerja.

Lahir dari keluarga miskin, Lula pernah menjadi pekerja pabrik dan aktivis buruh sebelum memasuki dunia politik. Pengalaman tersebut membentuk perhatian politiknya terhadap persoalan kemiskinan, ketimpangan, dan kesejahteraan masyarakat.

Ketika menjadi Presiden Brasil, Lula mendorong berbagai kebijakan perlindungan sosial. Salah satu yang paling dikenal adalah Bolsa Família, program bantuan sosial bersyarat yang menghubungkan dukungan ekonomi keluarga miskin dengan akses pendidikan dan kesehatan.

Brasil juga mengembangkan kebijakan ketahanan pangan dan program makan di sekolah. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya negara memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan, mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar.

Pengalaman Brasil menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan kebijakan yang terintegrasi, konsistensi program, serta keberlanjutan lintas pemerintahan.

Prabowo dan Gagasan Kemandirian Indonesia

Di Indonesia, Prabowo Subianto juga menjadikan kemandirian bangsa sebagai salah satu gagasan utama pemerintahannya.

Swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, penguatan ekonomi nasional, serta pengembangan koperasi menjadi bagian dari agenda pembangunan yang diusung pemerintah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, tidak hanya dirancang sebagai intervensi pemenuhan gizi masyarakat. Pemerintah juga mengharapkan program tersebut menciptakan aktivitas ekonomi melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM sebagai pemasok kebutuhan pangan.

Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diproyeksikan menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa, memperpendek rantai distribusi, dan meningkatkan posisi tawar produsen lokal.

Gagasan besarnya adalah menjadikan masyarakat bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan bagian dari kekuatan ekonomi itu sendiri.

Dalam konteks ini, ada relevansi ketika Budiman menghubungkan gagasan Prabowo dengan pengalaman Lula. Keduanya sama-sama menempatkan persoalan kesejahteraan rakyat sebagai bagian penting dari agenda pembangunan nasional dan kemandirian bangsa.

Kemandirian bangsa pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan negara memproduksi barang sendiri, tetapi juga oleh kemampuan rakyatnya menikmati hasil pembangunan.

“Kemandirian bangsa bukan sekadar tentang negara yang kuat, tetapi juga tentang rakyat yang berdaya, sejahtera, dan memiliki masa depan,” pungkas Budiman Sudjatmiko.

Kabar Kampar

Suksesnya Pergelaran Lawik Ombun Tanah Batuah Tepak Squad

Published

on

Tepak Squad saat manggung di Anjung Indrus Tintin Pekanbaru.

Bekawan.com – Grup Musik Ethnic Modern asal Kampar Tepak Squad sukses menggelar konser tunggal yang diberi nama Pergelaran Lawik Ombun tanah Batuah di Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu (17/10/2026) malam.

Dengan menggabungkan unsur tradisi dan alat musik modern, Tepak Squad mengangkat tradisi dan budaya Kampar kedalam setiap penggalan lirik yang penuh makna dan berhasil membius penonton yang hadir.

Selain masyarakat umum, gelaran seni Tepak Squad juga dihadiri Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, PAPPRI, Balai Bahasa Provinsi Riau, Diskominfo kabupaten Kampar, Yayasan Palangka Swarna Nusantara, Bujang dan Dara Kampar, Sekolah Musik Mutiara serta berbagai sanggar dan komunitas.

Pergelaran Lawik Ombun Tanah Batuah ini disupport langsung oleh kementrian kebudayaan Republik Indonesia dalam program dana Indonesiana tahun 2025 dan dilaksanakan pada tahun 2026.

“Kami sangat berterima kepada seluruh komponen yang telah mensupport sehingga terlaksana pergelaran lawik Ombun tanah Batuah ini,” ucap Mido Pulma Deslala selaku penerima manfaat dana Indonesiana.

Dalam wawancara dengan Radio Swara Kampar, Founder sekaligus Pencipta lagu Tepak Squad ini juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat mereka juga akan mengeluarkan single tentang Pahlawan asal Kampar.

“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan single tentang Pahlawan asal Kabupaten Kampar,” jelas Mido.

Continue Reading

Kabar Asik

Catet, 17 Oktober Tepak Squad Gelaran Seni di Pekanbaru

Published

on

Bekawan.com – Kabupaten Kampar beruntung memiliki sejumlah anak muda yang tergerak hati untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya disaat kebanyakan orang seolah cuek, mereka adalah Tepak Squad, grup band yang menggabungkan unsur musik etnik daerah dengan aransemen modern.

“Ternyata Kampar kaya akan budaya dan tradisi, kami tergerak untuk mengangkat itu agar anak budaya tidak kehilangan jatidiri dan lebih mengenal daerahnya, karena kami backgroundnya musik, jadi kami angkat budaya itu melalui musik,” ungkap salah satu Founder dan pencipta lagu Tepak Squad Mido Pulma Deslala didampingi Riski Akbar saat berbincang dalam Talkshow di Radio Swara Kampar, Rabu (14/10/2026).

Pria yang akrab Mido ini juga menjelaskan bahwa nama Tepak Squad dipilih karena ingin mengangkat sesuatu yang mencirikan dan identik dengan Kampar. “Tepak itukan artinya wadah, lambang penghormatan,” jelas Mido.

Ia juga menjelaskan bahwa Tepak Squad berdiri sejak 2020 dan terdiri dari 13 personil pemain musik serta dibantu sejumlah personil ” eksternal” lainnya, hingga kini Tepak Squad telah mengeluarkan sejumlah single yang saling kait-mengait satu dan yang lainnya, mulai dari Lawik Ombun Tanah Batuah, Titisan Bumi Syurga (Kuaghan), hingga single Religi Marhaban ya Ramadhan.

“Semua karya kami itu saling kait-mengait, terhubung antara satu dan yang lain, misalnya Lawik Ombun Tanah Batuah menceritakan tentang negeri Kampar secara umum, Kuaghan menceritakan tentang burung Kuaghan, burung ajaib yang hanya di Kampar, kalau lagu marhaban ya ramadhan juga menceritakan tradisi orang Kampar saat menyambut ramadhan, tradisi selama puasa hingga pasca ramadhan seperti tradisi Ayo onam,” terang Mido.

Poster gelaran seni Tepak Squad di Pekanbaru.

Kepada Host Ari Amrizal, Mido juga menceritakan bahwa proses menciptakan lagu memakan waktu yang lama karena mereka butuh riset seperti wawancara kepada para tetua yang faham akan budaya dan tradisi Kampar.

“Seperti lagu tentang burung Kuaghan itu, menghabiskan waktu yang cukup lama karena dalam lagu kami juga memasukkan mantra dalam mencari burung unik ini, karena tidak semua bisa mendapatkan,” paparnya.

Sejumlah keistimewaan Burung Endemik Kampar ini juga dipaparkan pria yang sebelumnya tergabung di grup band Teorema Pitagoras ini, mulai dari bangkai burung yang tidak berbau hingga tidak memiliki jenis kelamin.

Bagi pembaca bekawan.com yang ingin menyaksikan performa Tepak Squad, sepertinya keinginan tersebut bisa diwujudkan dalam waktu dekat, karena Tepak Squad akan menggelar konser tunggal di Pekanbaru tepatnya di Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu 17 Oktober 2026 malam.

Continue Reading

Public Speaking

CEO NoLimit Indonesia Ngisi Kuliah Tamu di S2 Medkom UIN Suska Riau 

Published

on

Bekawan.com – Co-founder & CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa menjadi Narasumber di Kuliah Tamu yang ditaja S2 Medkom UIN Suska Riau, Jumat (18/9/2026).

Acara yang digelar di Gedung Teater Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi ini dibuka Dekan FDIK Prof. Masduki dan dihadiri Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Magister Media dan Komunikasi (Medkom) Dr. Tika Mutia, Kaprodi PMI Dr. Yefni, para dosen dan civitas akademika FDIK UIN Suska.

Didepan mahasiswa S2 Medkom dan SI Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), CEO perusahaan penyedia teknologi berbasis big data ini memaparkan tantangan terkait produksi dan bersaing dengan informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Peran teman-teman dimasa depan adalah bagaimana mengubah data menjadi sebuah keputusan dan aksi, dan ini strategi. Harapannya teman lulus dari UIN punya mindset itu,” ungkapnya.

Co-founder & CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa.

Pria lulusan S3 Manajemen Pemasaran dari Universitas Indonesia ini juga mengingatkan bahwa perkembangan AI harus disikapi bijak oleh mahasiswa, menempatkan pada porsinya sehingga tidak dikendalikan oleh AI.

“Kita sebagai mahasiswa tentu tidak bisa anti kemajuan teknologi, AI dijadikan alat bantu dan kita harus tetap jadi Authority -nya, yang pada akhirnya rasa digantikan oleh mesin atau AI,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending