Viral
Kejar Pelaku yang Jambret Istrinya, Pria di Sleman Jadi Tersangka
Bekawan.com – Niat hati ingin membela istrinya yang baru saja dijambret dan mengambil tas dari pelaku, seorang pria di Kabupaten Sleman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Solo yang menewaskan dua orang terduga penjambret. Penetapan tersangka tersebut menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Istri tersangka, Arista, menceritakan peristiwa itu terjadi pada 26 April 2025. Saat itu, ia berangkat dari Kalasan menuju Pasar Pathuk dengan sepeda motor untuk membeli jajanan pasar. Sementara suaminya diminta membantu mengambil jajanan di wilayah Berbah menggunakan mobil.
“Karena di rumah cuma ada satu motor dan satu mobil, saya naik motor supaya lebih cepat. Suami saya sekalian siap-siap kerja, jadi saya minta tolong dia ambil di Berbah,” ujar Arista saat ditemui, Kamis (22/1/2026).
Meski berangkat terpisah, Arista dan suaminya bertemu secara tidak sengaja di kawasan jembatan layang Janti. Arista berada di lajur kiri, sedangkan suaminya melaju di lajur kanan.
Tak lama berselang, Arista mengaku menjadi korban penjambretan oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor. Tas yang disandang di sisi kiri tubuhnya dipotong menggunakan cutter oleh pelaku.
Polisi Akhirnya Angkat Bicara Soal Kasus suami yang mengejar penjambret demi melindungi istrinya di Sleman Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto, menegaskan penetapan tersangka terhadap Hogi Minaya (suami korban jambret) bukan keputusan spontan atau sepihak.
Menurutnya, proses hukum sudah melalui pemeriksaan saksi, saksi ahli, hingga gelar perkara.
“Kami tidak memihak siapa pun. Unsur-unsur pidana dalam kecelakaan lalu lintas ini menurut kami sudah terpenuhi,” ujar AKP Mulyanto.
Sementara itu salah seorang netizen memberikan perumpamaan yang mirip dengan kejadian yang dialami Hogi Minaya (suami korban jambret yang sekarang jadi tersangka).
Jika korban melakukan pembelaan terhadap dirinya karena dia merasa terancam karena tindak kejahatan di anggap tersangka?
“Saiki pertanyaannya saya balik.
Kalau Polisi yang melakukan penangkapan terhadap tersangka yang telah melakukan suatu tindak pidana hukum, terus tersangka melawan, dan Polisi *MENEMBAK MATI TERSANGKA* Kira-kira bisa di nyatakan *TERSANGKA* atau tidak pihak polisi tersebut??
Jajal tak krungu, neng Grup iki seng ono atau si saiki wes kerjo neng kantor POLISI, Hayooo Jawab en…!!!!!” tulis seorang pengguna FB di akun seputar Kendal.
Komentar yang gak kalah pedas diungkapkan netizen lainnya. “Serius nanya dengan nada syahdu. Kalo ada operasi zebra dan semacamnya, ada pengendara berusaha menghindar terus dihalangi polisi terus pengendara jatuh dan meninggal trs apakah polisinya bisa jadi tersangka,” tulis pemilik akun Dj**nk.
Sementara itu Pakar Hukum Pidana UGM, Prof Marcus Priyo Gunarto, menyoroti kasus Hogi Minaya (43), suami yang menjadi tersangka usai mengejar penjambret istrinya hingga tewas di Sleman. Marcus menyebut Hogi bisa bebas dari pidana asalkan bisa memberikan pembuktian di persidangan.
Akibat kejaran Hogi itu, penjambret istrinya kecelakaan hingga tewas di Jalan Solo, Maguwoharjo, pada April 2025. Namun, pembelaan diri tersebut berujung pada penetapan status tersangka bagi Hogi.
“Itu harus dilihat peristiwanya bagaimana ia melakukan pembelaan diri. Apakah pembelaan dirinya sebanding dengan datangnya serangan,” kata Prof Marcus saat dihubungi wartawan, Jumat (23/1/2026) seperti dikutip dari detik.com.
Dia menyebut jika pembelaan diri itu sebanding dengan datangnya serangan, maka perbuatan Hogi tidak dapat dipidana. Hal itu sesuai dengan Pasal 49 ayat (1) di KUHP lama.
Akan tetapi, jika pembelaan diri yang dilakukan pengendara mobil itumelampaui batas maka tetap dipidana. (Detik.com/seputarkendal/suarajogja)
Kabar Kampar
Gaji PPPK Paruh Waktu Kampar Dibayar Besok Pagi Senin 26 Oktober
Bekawan.com- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kampar Drs. Dendi Zulhairi, M.Si menjelaskan bahwa gaji PPPK Paruh Waktu akan dibayarkan mulai besok, Senin (26/10/2026).
“Anggarannya ada dan akan kita bayarkan Senin ini, Jika sebelumnya pembayaran dilakukan setiap tanggal 21 setiap bulannya, namun bulan Oktober ini kita bayarkan tanggal 26 karena adanya proses perpanjangan SK, adanya waktu verifikasi karena banyak juga yang mengundurkan diri dan diberhentikan karena tidak melaksanakan tugas,” ungkap Dendi, Ahad (25/10/2026).
Dendi memaparkan keterlambatan pembayaran gaji disebabkan oleh proses verifikasi data administrasi yang mendalam terhadap lebih dari 2 ribuan lebih PPPK Paruh Waktu, karena sekitar 38 orang yang tidak diperpanjang lagi kontraknya karena mengundurkan diri, memasuki masa pensiun dan meninggal dunia sesuai hasil koordinasi dengan kepala BKPSDM Kabupaten Kampar.
“Perpanjangan SK PPPK Paruh Waktu itu kan setiap tahun, dan dibulan ini proses penerbitan SK-nya, karena dari data yang disampaikan OPD, banyak ditemukan pegawai yang mengundurkan diri dan tidak melaksanakan pekerjaan, sehingga verifikasi intensif dan mendalam sangat perlu dilakukan dilakukan,” tambah Dendi.

Kepala BPKAD Kampar Deni Zulhairi.
Kepala BPKAD kembali menegaskan bahwa gaji PPPK Paruh Waktu dimasukkan dalam Belanja Barang dan Jasa sehingga pembayaran gaji dilaksanakan setiap tanggal 21 setiap bulannya, namun dibulan Oktober, karena adanya perpanjangan SK membutuhkan waktu untuk Verifikasi sehingga pembayaran gaji dilakukan tanggal 26. Ia juga memastikan bahwa SK PPPK Paruh Waktu telah ditandatangani oleh Bupati Kampar, “jadi Insyaallah tidak ada kendala,” terang Dendi Zulhairi.
Selanjutnya Dendi menambahkan bahwa pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Kampar tidak ada niat melalaikan pembayaran gaji PPPK setiap bulannya, “malahan beliau selalu mengingatkan BPKAD agar pembayaran gaji ASN dan PPPK paruh waktu jangan sampai terlambat karena sekarang ini pemerintah daerah kabupaten kampar sudah menerapkan SIPD RI di bidang penatausahaan,” pungkas Dendi.
Kabar Kampar
Suksesnya Pergelaran Lawik Ombun Tanah Batuah Tepak Squad
Bekawan.com – Grup Musik Ethnic Modern asal Kampar Tepak Squad sukses menggelar konser tunggal yang diberi nama Pergelaran Lawik Ombun tanah Batuah di Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu (17/10/2026) malam.
Dengan menggabungkan unsur tradisi dan alat musik modern, Tepak Squad mengangkat tradisi dan budaya Kampar kedalam setiap penggalan lirik yang penuh makna dan berhasil membius penonton yang hadir.
Selain masyarakat umum, gelaran seni Tepak Squad juga dihadiri Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, PAPPRI, Balai Bahasa Provinsi Riau, Diskominfo kabupaten Kampar, Yayasan Palangka Swarna Nusantara, Bujang dan Dara Kampar, Sekolah Musik Mutiara serta berbagai sanggar dan komunitas.
Pergelaran Lawik Ombun Tanah Batuah ini disupport langsung oleh kementrian kebudayaan Republik Indonesia dalam program dana Indonesiana tahun 2025 dan dilaksanakan pada tahun 2026.
“Kami sangat berterima kepada seluruh komponen yang telah mensupport sehingga terlaksana pergelaran lawik Ombun tanah Batuah ini,” ucap Mido Pulma Deslala selaku penerima manfaat dana Indonesiana.
Dalam wawancara dengan Radio Swara Kampar, Founder sekaligus Pencipta lagu Tepak Squad ini juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat mereka juga akan mengeluarkan single tentang Pahlawan asal Kampar.
“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan single tentang Pahlawan asal Kabupaten Kampar,” jelas Mido.
Kabar Kampar
Baru Ditinggal Suami, Rumah Mualaf 3 Anak di Kampar Ludes Terbakar
Bekawan.com – Cobaan berat menimpa seorang warga Desa Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar, Reni (31) Mualaf sekaligus janda 3 anak yang kehilangan suaminya beberapa bulan yang lalu, kembali berduka karena rumahnya hangus dilalap si jago merah, jumat (5/6/2026) sore.
Api dengan cepat menghanguskan bangunan rumah semi permanen beserta seluruh isinya sekitar pukul 16.00 Wib saat kejadian, didalam rumah hanya ada 3 orang anak Reni, sedangkan dirinya sedang mencari nafkah.
“Saat kejadian Reni tidak berada di rumah karena mencari nafkah, dirumah hanya ketiga anaknya yang masih kecil, material bangunan yang di dominasi kayu membuat api membesar dalam hitungan menit,” ucap Sekdes Gunung Bungsu Hamdani.

Sisa-sisa bangunan dan barang-barang pasca kebakaran.
Beruntung, ketiga anaknya yang masih kecil berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan cepat tetangga sekitar.
Janda 3 anak itu, tak kuasa menahan tangis saat mendapati rumahnya sudah rata dengan tanah, begitu juga dengan harta benda termasuk dokumen penting dan perlengkapan sekolah anak-anaknya tidak ada yang bisa diselamatkan.

Tidak ada barang dan harta benda yang selamat dari kebakaran rumah termasuk pakaian dan peralatan dapur maupun perlengkapan sekolah anak.
Saat ini pihak desa dan masyarakat sekitar menempatkan janda yang ditinggalkan suami karena sakit dan ketiga buah hatinya di salah satu rumah warga. mereka juga melakukan penggalangan dana untuk meringankan Reni dan ketiga buah hatinya.
-
Kabar8 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik8 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar7 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik7 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik10 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik7 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
