Kawan Ngopi
Pada Sepotong Kue Kutemukan Tuhan
Penulis: Ziyad Ahfi
Saya sedikit ingin berbagi rasa, berbagi asa dan berbagi sepotong kue renyah. Kue itu di buat oleh sosok ulama yang saya kagumi. Tak pernah memandang wajahnya, namun hati selalu ingin bertemu. Ranah Minangkabau tempat kelahirannya. Masyhur pada masanya, namanya Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang kita kenal dengan nama buya HAMKA. Banyak karyanya tersebar di seantero negeri. Di toko buku yang sedikit pengunjung pun masih terpajang rapi karya-karyanya. Yang sangat terkenal adalah karya sastranya berjudul Tenggelamnya Kapal van der Wijk. Pecinta Zainuddin dan Hayati pasti mengetahui kisah itu dan spontan pasti langsung mengelu-iyakan buya HAMKA sebagai penulis.
Saya tidak bercerita tentang novel itu, ketertarikan saya di salah satu karya beliau adalah buku yang berjudul Falsafah Ketuhanan. Tulisan yang tak sampai 200 halaman itu mampu merontokkan kesombongan diri, menunduk tumbangkan badan besar ke dalam sujud, menusuk relung batin yang keras, meludahi diri yang hina ini dan mencampakkan akal angkuh dengan segala ketidaksopanannya pada penciptanya sendiri.
Apa hidup itu?
Pertanyaan di salah satu bab buku itu yang pertama-tama akan menenggelamkan kesombongan akal ini. Beribu ahli, filsuf dan ilmuwan membanting fikiran untuk mencari tau ‘apa hidup itu’ dan dari mana datangnya semua ini? Siapa dia yang ada di balik semua ini? Ada yang mengatakan hidup itu berawal dari susunan sel dan setiap sel merupakan susunan kimia serta jika disusun maka terciptalah sel. Coba susunlah segala unsur sel itu, namun para ilmuwan itupun belum juga sanggup menciptakan kehidupan. Belum ada sarjana sepintar apa pun yang mampu mengaku pandai menciptakan satu nyawapun. Ilmuwan yang katanya mampu mengetahui itu hanya sekedar dapat mengetahui yang ada, tetapi mereka tidak sanggup memberinya hidup. Belum juga ada sampai saat ini yang berani mengacungkan jari mampu menciptakan seekor lalat pun.
Herbet Spencer seorang filsuf dari Inggris yang tidak percaya pada suatu agama berkata “kita terpaksa harus mengakui juga bahwasanya semua kejadian ini adalah tanda bukti dari qudrat yang mutlak dan sangat tinggi untuk dapat di capai oleh ukuran akal kita”.
Jika memperhatikan alam raya ini, yang luas tak bertepi, hamparan dataran buminya dengan langit tak berloteng, kejadian siang dan malam, bencana alam, serta berbagai siklus kehidupan. Lagi lagi belum ada makhluk yang bergelar Pencipta (Creator), hanya sampai pada gelar Penemu (Inventor).Dan temuan itu pastilah berasal dari penyelidikan akal mengenai alam.
Dalam pepatah tasawuf yang terkenal mengatakan man ‘arofa nafsahu faqod ‘arofa Robbahu, barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya. Maksudnya adalah karena kesadaran kita terhadap sulitnya mencari rahasia diri, maka akan menimbulkan kesadaran kita terhadap kebesaran rahasia Allah.
Akal itu sendiri ada dalam alam, dan sebagian dari alam. Bagaimana akal dapat menyelidiki yang jauh, padahal dia sendiri pun termasuk perkara yang harus di selidiki?. Disinilah akal harus merendah, terlalu jauh menengok keluar ternyata dia sendiri juga harus di tengok agar tak sombong. Memungkiri adanya Allah hanya paksaan untuk akal sendiri. Karena sebanyak-banyaknya rahasia yang didapat oleh manusia, hanya seperti sekedar mencari satu di dalam bilangan seribu triliun. Kita mampu membuat sebuah aturan, tapi kita takkan mampu menciptakan atau membuat lebih dari itu.
Kata buya HAMKA, “Mau tidak mau, sesampai di sana manusia terpaksa tunduk. Setinggi-tingginya akal hanya dapat mengetahui khasiat barang yang ada, tetapi tak sanggup menciptakan, sekali lagi keluarlah dari mulut menyebut Allah”. Sekiranya jika ingin berfikir bebas, niscaya sewaktu-waktu akan timbul juga di dalam hati sebuah kebenaran. Timbulnya karena takjub. karena selalu membekas di dalam hati ketika mencari sebuah hakikat sewaktu melihat alam, dan pada akhirnya mengakui adanya qudrat (kekuasaan mutlak) yang besar.
Kadang hati bergetar dalam keraguan karena fikiran bebas menerawang kemanapun, masuk kedalam area yang tidak tidak. Yang mustahil dapat di capai. Tetapi, salahkah jika kita berfikir bebas seperti itu? Jawabannya tidak salah. Sebab, pikiran pun nanti akan terhenti dengan sendirinya apabila telah ragu. Dan untuk mencari suatu kebenaran haruslah kita meragukan sesuatu terlebih dahulu. Sebab sepintar apapun manusia, kekuatan akalnya terbatas juga. Lagi lagi yang keluar dari lidah kita adalah menyebut, Allah.
Melihat gunung menjulang tinggi, deburan keras ombak bergulung menuju pantai, kepulan awan di udara, mekar indahnya bunga mawar, terbitnya fajar hingga senja menghilang, teduhnya sisiran angin pada bambu-bambu kecil di tepi hutan, kicauan burung saat embun tiba, hanya satu yang tampak, Allah.
Dari penyelidikan akallah timbulnya ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan yang membukakan kemungkinan-kemungkinan baru dan besar yang selama ini tidak dapat di kira-kira. Bertambah luasnya ilmu pengetahuan dan hasil penyelidikan manusia, pada hakikatnya bukan menambah jauh dari Allah, melainkan menambah terbukanya pintu gerbang iman. Sebagaimana yang di katakan Al Farabi, “Perjalanan seluruh alam di atur oleh dan dengan al-aqlu awwal (akal pertama)”. Dan dengan akal itulah jalan menuju Allah.
Kata buya HAMKA dalam kitab Tafsir Al Azhar, “Mata memandang Alam, Hati memandang Allah. Sehingga sejauh mana mata memandang, bukan lagi alam yang akan tampak,tetapi Allah”.
Jadi, berbaik sangkalah pada Allah, sejauh-jauhnya perjalanan akal manusia, dia akan mengalami suatu pemberhentian. Ia akan insaf atas kelemahan diri dan ketidaksanggupannya memikirkan ke Maha besaran Allah. Akal yang lemah ini akan tertunduk malu dan mengakui kelemahannya sebaik- baiknya dan sehormat-hormatnya pada yang Maha kuasa.
Lebih lanjut Buya HAMKA menjelaskan,“Awalnya akal berfikir bebas, pada pertengahannya ia mulai ragu. Dan akhirnya ia mulai menyerah, lalu tunduk pada ketidakmampuannya memikirkan sesuatu yang absurd, yang terucap setelah itu adalah Laa ilaaha illAllah (tiada tuhan selain allah). Tidak ada satupun makhluk dari yang terkecil hingga yang terbesar akan sanggup di kandidatkan sebagai tuhan”.
Akhirnya, saya ucapkan terima kasih sudah mau membuang waktunya untuk mencicipi sepotong kue ini. Masih sangat banyak karya HAMKA yang perlu di selidiki. Disitulah kita bisa menerawang serat-serat fikiran bermutu. Bibit bobot keilmuannya dapat di rasakan. Semoga beliau tersenyum di alam sana, segala amal yang di tinggalkannya menjadi sahabat terbaiknya. Lahu Al-fatihah.
Kabar Kampar
Finalis Putera Pelajar Indonesia Asal Kampar Silaturahmi dengan Kadiskominfo
Bekawan.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Lukmansyah Badoe, S.Sos, MSi menerima audiensi Finalis Putera Puteri Pelajar Indonesia perwakilan Riau asal Kampar Nofri Qosdiansyah, Selasa (31/3/2026) pagi, Siswa SMKN I Bangkinang Kota itu terpilih mewakili Riau ke tingkat nasional yang akan digelar 24 hingga 27 Juni 2026 di Jakarta.
Kepada Nofri, Kadiskominfo Kampar mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih dan berharap mendapatkan hasil terbaik saat mengikuti Ajang Putera dan Puteri Pelajar Indonesia di tingkat nasional.
“Mudah-mudahan ananda Nofri bisa mengukir prestasi ditingkat nasional dan mengharumkan nama daerah serta nama sekolahnya, semoga langkah Nofri bisa menjadi motivasi bagi generasi muda Kampar untuk berprestasi disetiap bidang yang diminati,” harap Kadis didampingi Kabid PIKP Bambang.
Sementara itu, Nofri Qosdiansyah, Pelajar Kelas 11 Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMKN I Bangkinang Kota mengucapkan terimakasih atas support yang diberikan Kadiskominfo Kampar, ia berharap support yang diberikan. Pemda Kampar menjadi pelecut semangat bagi dirinya memberikan yang terbaik untuk Riau dan untuk Kabupaten Kampar.
“Saya Nofri Qosdiansyah selalu Putera Pelajar Provinsi Riau Wakil II Riau mengucapkan terimakasih atas dukungan dan apresiasi yang tinggi dari Pak Kadiskominfo, Insyaallah Nofri akan jadi yang terbaik, selalu dukung Nofri untuk membawa dan mengharumkan Kampar dan Riau,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo Kampar Bambang, MSi menyebut bahwa Diskominfo siap memberikan support publikasi termasuk penggunaan Videotron maupun podcast melalui radio LPPL Swara Kampar 103,8 FM.
Dalam ajang Putera Puteri Pelajar Indonesia 2026, Perwakilan Kampar berhasil mengutus 3 kandidat ke ajang nasional setelah terpilih di tingkat Provinsi Riau, yakni Nofri dari SMKN I Bangkinang Kota, dan 2 lainnya adalah Ratu dan Atika masing-masing berasal dari SMAN 1 Bangkinang Kota dan SMPN 1 Bangkinang Kota.
Kabar Kampar
Bahas Nasib Guru Helda Arianti, Ini Hasil Pertemuan Komisi II DPRD Kampar dengan KemenPAN-RB
Bekawan.com – Komisi II DPRD Kampar bersama Kepala BKPSDM Kampar Riedel Fitri dan jajaran melakukan pertemuan dan koordinasi dengan Asisten Deputi KemenPAN-RB di Jakarta terkait nasib guru honorer yang gagal dilantik PPPK Paruh Waktu.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kampar, Rinaldo Saputra, mengatakan, dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa Helda Arianti, guru honorer yang gagal dilantik jadi PPPK Paruh waktu karena human eror masih dapat menjalankan tugas seperti biasa dan tetap menerima gaji, meskipun status pengangkatannya belum memperoleh kepastian.
“Intinya, Helda diminta untuk bersabar. Untuk sementara tetap bekerja dan tetap digaji sambil menunggu kebijakan pembukaan perbaikan data dari kementerian,” ujar Rinaldo, Jumat (19/12/2025).
Terkait kemungkinan pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Rinaldo menyebutkan bahwa KemenPAN-RB belum memberikan jaminan resmi. Namun demikian, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kampar akan menyurati Dinas Pendidikan sebagai dasar hukum agar Helda tetap bekerja di sekolah tempatnya bertugas.
“Belum ada jaminan pengangkatan. Namun, BKPSDM akan mengirimkan surat ke Dinas Pendidikan agar yang bersangkutan tetap bekerja dan memiliki kejelasan status,” katanya.
Rinaldo menambahkan, persoalan data tenaga honorer tidak hanya terjadi di Kabupaten Kampar. KemenPAN-RB mencatat sedikitnya 101 instansi di berbagai daerah mengalami permasalahan serupa, termasuk kesalahan administrasi yang cukup serius.
“Di daerah lain bahkan ada kasus pegawai yang masih hidup tetapi tercatat meninggal dunia dalam sistem. Karena itu, kementerian sangat berhati-hati sebelum membuka portal perbaikan data agar tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” ujarnya.
Saat ini, kata Rinaldo, seluruh permasalahan data tersebut sedang dihimpun untuk dibahas di tingkat kementerian guna menentukan langkah perbaikan yang tepat. Sementara itu, Helda Arianti dipastikan tetap berstatus sebagai honorer aktif.
“Kesimpulannya, Helda tidak diberhentikan, tetap bekerja sebagai honorer sambil menunggu proses perbaikan data di KemenPAN-RB,” pungkas Rinaldo.
Kabar Asik
Bahas Program Prioritas, Bupati Ahmad Yuzar Bicara Soal Beras dan Seragam Gratis
Bekawan.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar memimpin rapat percepatan program pembangunan di Kabupaten Kampar, sejumlah program prioritas yang dibahas diantaranya bantuan beras dan seragam sekolah gratis untuk yang membutuhkan.
Program beras gratis bagi masyarakat kurang mampu dan penyandang disabilitas merupakan program prioritas di Dinas Sosial. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat yang kurang mampu.
Dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, akan segera digulirkan program pembagian seragam sekolah gratis untuk siswa-siswi yang membutuhkan.
Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti menegaskan agar pendistribusian dilakukan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran. “Seragam gratis ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada dunia pendidikan. Kita ingin memastikan tidak ada anak Kampar yang terhambat sekolah hanya karena tidak mampu membeli seragam,” ujar Wakil Bupati Kampar.
Sementara itu, Dinas Kesehatan juga menjadi perhatian khusus dalam rapat ini, terutama terkait program percepatan penanganan stunting. Bupati menekankan agar camat, kepala puskesmas, dan perangkat desa terus berkolaborasi memberikan edukasi gizi, meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memastikan bantuan pangan bergizi tepat sasaran.
“Stunting bukan sekadar persoalan gizi, tapi menyangkut masa depan generasi kita,” ingat Ahmad Yuzar, dalam rapat di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati, Senin (8/92025).
Dalam arahannya, Bupati Kampar menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia meminta seluruh OPD bekerja maksimal agar program yang sudah direncanakan tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi betul-betul dirasakan manfaatnya oleh warga. “Kita harus memastikan program yang sudah dicanangkan benar-benar sampai ke masyarakat. Pemerintah hadir bukan hanya memberi janji, tetapi bukti,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Bupati Ahmad Yuzar didampingi Wakil Bupati Dr. Misharti, Sekretaris Daerah Hambali, Asisten I Tengku Said Hidayat, Asisten III Ir. Azwan, para Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kepala Bagian, serta para camat se-Kabupaten Kampar.
-
Kabar7 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik7 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik6 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik4 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik6 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
