Viral
Kamera Kuno ini Dihargai 405 Milyar
Bekawan.com, Bagi Kawan yang memiliki kamera jadul ada baiknya disimpan dan dirawat dengan baik, bisa saja suatu saat kamera itu dihargai fantastik, seperti sebuah kamera jadul yang satu ini.
Kamera berjenis Leica O Series mampu memecahkan rekor sebagai kamera termahal yang pernah terjual dalam lelang. Rumah lelang Vienna’s Westlicht mengumumkan bahwa kamera tersebut sukses terjual dengan harga 2,4 juta euro atau setara Rp 40,5 miliar.
Dikutip dari Liputan6.com, situs dw.com memuat kamera tersebut awalnya dilelang dengan harga pembukaan 400 ribu euro. Namun karena kondisinya masih sangat bagus, benda itu jadi incaran banyak kolektor, Senin (12/3/2018), Vienna Westlicht mengungkap, kebanyakan kolektor menawar via telpon.
“Harga yang tinggi itu disebabkan karena kamera memang masih dalam kondisi yang sangat baik,” ungkap Westlicht dalam siaran persnya.
Kolektor yang menang lelang dan berhak membawa pulang kamera tersebut dilaporkan berasal dari Asia. Sebelum ini, kamera termahal yang pernah terjual dalam lelang adalah jenis Leica dan terjual 2,16 juta euro atau Rp 36,4 miliar pada tahun 2012.
Informasinya Kamera Leica Seri O dibuat pada tahun 1923, dua tahun sebelum kamera Leica pertama kali masuk ke pasaran. Sekitar 25 prototip semacam itu diproduksi oleh mekanik kamera Ernst Leitz. Hanya tiga dari 25 kamera protoyip yang diketahui masih berada dalam kondisi baik.
Kamera Leica lahir pertama kali karena kebutuhan akan kamera ringan praktis yang mudah dibawa berkeliling. Setelah kamera Leica pertama diluncurkan di pameran musim semi di Leipzig pada tahun 1925, banyak fotografer di seluruh Eropa yang menggunakannya.
“Terjualnya kamera Leica dengan harga rekor ini menunjukkan permintaan akan kamera Leica yang terus berlanjut dan terus berkembang,” kata Andreas Kaufmann, Ketua dewan pengawas Leica.
(Sumber : liputan6.com).
Kabar Kampar
Bupati Ahmad Yuzar Kembali Lakukan Monitoring Penerapan WFH
Bekawan.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar kembali melakukan monitoring pelaksanaan Work From Home (WFH) di Lingkungan Pemkab Kampar, Jumat (17/4/2026) pagi, sejumlah OPD menjadi pilihan acak Ahmad Yuzar dalam menindaklanjuti SE Kemendagri tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kampar didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr.Ardi Mardiansyah, Inspektur Kabupaten Kampar, Muhammad Irsyad, Kepala BKPSDM Riedel Fitri serta sejumlah Kepala OPD.
Monitoring dilakukan dengan menggunakan sepeda dan sepeda motor sebagai bentuk implementasi efisiensi sekaligus mendorong pola kerja yang lebih hemat energi, sehat, dan ramah lingkungan.
Adapun OPD yang menjadi lokasi monitoring antara lain Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar, Puskesmas Bangkinang Kota, PTSP, DPPKBP3A, Kantor Camat Bangkinang, serta Puskesmas Laboy Jaya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa pelaksanaan WFH harus tetap mengedepankan produktivitas, disiplin, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah, pelayanan publik tetap berjalan optimal dan tidak mengalami penurunan. Transformasi budaya kerja ini harus dimaknai sebagai peningkatan kinerja, bukan sebaliknya,” ujar Ahmad Yuzar.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan oleh masing-masing pimpinan OPD terhadap pelaksanaan WFH di unit kerjanya.
Sementara itu, Pj. Sekda Kampar Ardi Mardiansyah menambahkan bahwa monitoring ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan perangkat daerah dalam menyesuaikan pola kerja baru, sekaligus memastikan efisiensi anggaran dapat berjalan seiring dengan peningkatan kinerja.
Dari hasil monitoring, secara umum pelaksanaan WFH di sejumlah OPD berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap terlaksana sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Kabar Kampar
Fungsi Jalan Produksi Perkebunan : Penghubung Utama dan Kelancaran Distribusi
Bekawan.com – Kadisbun Kampar Marahalim merinci bahwa jalan produksi perkebunan memiliki berbagai berfungsi yakni sebagai Penghubung utama kebun masyarakat dengan pabrik, penentu kelancaran distribusi hasil panen dan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan harga jual TBS Sawit.
“Dengan kata lain, pembangunan jalan produksi di daerah adalah bagian nyata dari kontribusi daerah dalam memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Pembangunan ini, lanjut Kadis juga memberikan dampak luas terhadap ekonomi daerah mulai dari meningkatkan pendapatan petani karena distribusi lebih lancar, kualitas terjaga, harga jual lebih baik.
Menekan biaya produksi karena akses yang baik menurunkan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi usaha. Menggerakkan ekonomi lokal dengan mendorong tumbuhnya jasa transportasi, perdagangan hasil kebun dan UMKM di wilayah pedesaan. Serta memperkuat ekonomi daerah secara keseluruhan karena perputaran ekonomi meningkat, daya beli naik, dan kontribusi sektor perkebunan terhadap daerah semakin kuat.
“Oleh karena itu, jika ada narasi yang menyimpulkan program ini tidak bermanfaat maka hal tersebut jelas tidak melihat gambaran besarnya, karena penilaian terhadap suatu program pembangunan tidak bisa hanya dilihat dari satu sudut pandang atau potongan informasi semata,” terang Marahalim.

Kadisbunnakkeswan Kampar Marahalim.
Kadisbun Kampar juga menegaskan bahwa yang Kampar bangun hari ini dibawah pemerintahan Bupati Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti bukan hanya sekedar infrastruktur jalan semata, tetapi merupakan akses ekonomi masyarakat, berkaitan dengan daya saing sawit rakyat dan merupakan sumber penguatan devisa negara serta fondasi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
“Program jalan produksi yang saat ini dilaksanakan bukanlah program yang muncul secara tiba-tiba atau berdiri sendiri, apalagi tanpa dasar. Program ini melalu rantai perencanaan yang jelas dan terarah dan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat yang disampaikan melalui mekanisme resmi, yaitu mulai dari usulan masyarakat hingga forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten (bottom Up) dan juga mempertimbangkan kebijakan (top down) kemudian diakomodir dan diselaraskan dengan rencana pembangunan daerah, kemampuan anggaran, serta dampak manfaat bagi masyarakat luas,” papar Marahalim.
Kabar Kampar
Festival Kreatif Season III Lipatkain Momentum Kebangkitan Ekonomi Kreatif Kampar Kiri
Bekawan.com – Festival Kreatif Lipatkain Season III Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Rabu (8/4/2026), orang nomor satu di Kabupaten Kampar tersebut berharap kegiatan ini menjadi momentum emas kebangkitan ekonomi kreatif di serantau Kampar Kiri.
Sesuai tema kegiatan “Bersama Menjaga Budaya, Bangun Ekonomi Kreatif dengan Hati”, Bupati Ahmad Yuzar menekan bahwa acara digelar selama 4 hari itu merupakan panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak meninggalkan akar budaya di tengah gempuran modernisasi.
“Kita ingin ekonomi kreatif tumbuh, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang kita miliki. Tema tahun ini adalah pengingat bahwa dalam membangun ekonomi, kita tidak boleh kehilangan jati diri, produk yang lahir dari hati, yang membawa napas budaya Kampar Kiri, akan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasar global, mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum emas kebangkitan ekonomi kreatif di serantau Kampar Kiri,” ungkap Ahmad Yuzar.
Acara yang dipadati oleh ribuan masyarakat Lipatkain ini menampilkan berbagai potensi lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas. Festival ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi bangkitnya UMKM di sektor ekonomi kreatif yang dikelola dengan semangat kebersamaan.
Kehadiran Bupati Ahmad Yuzar didampingi oleh jajaran pejabat teknis, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, serta Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kampar. Kehadiran para kepala dinas ini bertujuan untuk memastikan pembinaan sektor pariwisata dan pendidikan berbasis budaya dapat berjalan selaras.
Turut hadir dalam prosesi pembukaan, Plt. Camat Kampar Kiri, Lurah Lipatkain, serta jajaran pemuka masyarakat yang terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, dan Cerdik Pandai. Kehadiran para tokoh adat ini menegaskan bahwa dukungan moral dan adat menjadi pilar utama kesuksesan festival tersebut.
-
Kabar7 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik7 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik6 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik4 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik6 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
