Karya Kawan
Audio Visual Jadi Media Terbaik dan Menarik di Masa Pandemi
Gambar : Ilustrasi/Bekawan.com
Oleh :
Della Ivani Prihadi
Nadila Putri Hertyan
Nur Kurnia Ilahinsyah
Bekawan.com – Merebaknya wabah pandemi Covid- 19 di seluruh dunia, terutama Indonesia menimbulkan akibat yang begitu terasa. Seluruh aktivitas ataupun pekerjaan terhambat sampai wajib dilaksanakan secara daring yang layak dicoba di rumah saja.
Akibat ini tidak cuma dialami oleh mereka para pekerja saja tetapi dialami oleh seluruh penduduk bumi secara menyeluruh. Di dunia pembelajaran pula sangat terasa akibatnya, yang membuat para pelajar serta pendidik wajib melaksanakan aktivitasnya secara online.
Imbas wabah Covid- 19 pada aspek pembelajaran merupakan terbentuknya transformasi penerapan aktivitas belajar mengajar yang awal mulanya dicoba secara tatap muka di kelas ataupun biasa diucap“ luring”, jadi secara daring di rumah.
Pembelajaran secara daring merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru kepada siswa tanpa tatap muka di kelas. Pembelajaran daring ini pada hakikatnya sesuai dengan kondisi perkembangan teknologi dan komunikasi. Kemudahan akses teknologi dan komunikasi mendukung dalam pembelajaran secara daring saat ini.
Dengan adanya perkembangan pada bidang teknologi dan komunikasi,
maka diharapkan adanya peranan guru dalam mengelola pembelajaran secara daring. Biarpun pembelajaran dilaksanakan secara daring, namun guru diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan seperti halnya pembelajaran secara tatap muka.
Mewabahnya pandemi Covid-19 menjadikan adanya pergeseran sistem pembelajaran di sekolah. Guna meminimalisir risiko penularan virus Covid-19, pemerintah membuat kebijakan untuk tidak melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka.
Kegiatan belajar mengajar yang semula dilakukan langsung, kini harus dilakukan secara jarak jauh melalui pembelajaran online atau daring. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini mau tidak mau harus diterapkan agar pembelajaran bisa tetap berjalan. Guru biasanya memanfaatkan aplikasi whatsApp, zoom meeting, google classroom, maupun google meet untuk memaparkan materi pembelajaran dan berkomunikasi dengan siswa.
Perlu adanya sebuah media agar materi pembelajaran bisa tersampaikan dengan baik walaupun tidak diajarkan secara langsung. Penggunaan media pembelajaran pada proses pembelajaran akan memudahkan dan membuat penyampaian materi lebih
efektif. Media pembelajaran juga dapat meningkatkan daya tarik siswa sekaligus dapat mempermudah siswa dalam memahami pelajaran. Penggunaan media pembelajaran dalam suatu pembelajaran sangan membantu dalam mencapai keefektifan proses pembelajaran dan guru dapat dengan mudah menyampaikan pesan materi yang ingin disampaikan. Selain itu media pembelajaran juga dapat membuat
motivasi belajar siswa meningkat.
Salah satu media yang dapat digunakan untuk membantu terlaksananya pembelajaran
jarak jauh adalah media pembelajaran audio visual, salah satu contohnya adalah video. Dalam proses penggunaan media audio visual pada Pembelajaran Jarak Jauh ini guru bisa membagikan video via group wa ataupun google classroom berupa video yang berkaitan dengan pelajaran yang bersangkutan. Orang tua juga dapat mudah membimbing anaknya atau siswa menjadi pengganti guru dalam proses pembelajaran dirumah pada media ini.
Namun orang tua juga harus mengawasi siswa agar siswa tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses pembelajaran. Dengan adanya media visual ini siswa diharapkan agar tidak merasa bosan dan lebih memahami materi pembelajaran pada masa pembelajarah pandemi Covid-19 sekarang ini, serta peserta didik akan lebih antusias dalam belajar.
Contoh pembelajaran ini guru bisa memberikan atau menyajikan video organ peredaran darah manusia yang menampilkan jantung berdetak, darah yang mengalir dalam pembuluh darah dan paru-paru yang sedang bekerja. Pembelajaran terasa konstekstual penuh makna sehingga peserta didik dapat menyerap materi dan mampu menyimpulkan apa yang telah dipelajari, sehingga hasil belajar pada masa pandemi COVID -19 akan semakin meningkat.
Media berbasis audio visual merupakan media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya. Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audio visual adalah penulisan naskah dan Storyboard yang memerlukan persiapan yang banyak, rancangan dan penelitian.
Media audio visual adalah seperangkat alat yang dapat memproyeksikan gambar gerak dan bersuara, contoh-contoh dari media audio adalah multimedia,
komputer, internet, televisi, video compact disk (VCD), sound slide, film gerak bersuara. Media audio visual merupakan media perantara atau penggunaan materi dan
penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran sehingga membangun kondisi yang dapat membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap, sehingga media ini sangat relevan bila diterapkan pada pembelajaran IPA disekolah dasar saat pembelajaran daring saat ini.
Tujuan dari penggunaan media audio visual untuk mengembangkan kemampuan kognitif dengan memberikan rangsangan berupa gambar bergerak dan suara, serta menyampaikan pesan untuk mempengaruhi sikap dan emosi.
Berdasarkan tujuan diatas, manfaat media audio visual bagi proses pembelajaran berguna untuk:
a. Menarik perhatian peserta didik dalam menyampaikan materi ajar,
b. Menumbuhkan motivasi belajar
c. Memberikan pengalaman belajar dengan menyimpulkan pembelajaran dari sebuah video yang disajikan.
Kegiatan belajar yang mempergunakan media untuk penyampaian informasinya
dianggap sebagai faktor pendukung yang penting. Hal ini diungkapkan oleh Gagne dan Briggs yang mengelompokkan buku, tape, meja, gambar, video, hingga recorder
sebagai jenis-jenis media yang menjadi pilihan penyampaian informasi. Ini berarti media yang digunakan untuk menyampaikan informasi ketika diadakannya kegiatan belajar merupakan alat yang dipercaya membawa perubahan yang berarti bagi siswa yang ikut dalam kegiatan tersebut. (Sudarman Denim, 2010:4).
Media dapat diklasifikasikan berdasarkan panca indra yang terlibat, yaitu suara, visual dan gerak. Suara adalah unsur yang melibatkan indra pendengaran dan visual adalah unsur yang melibatkan indra penglihatan, sedangkan gerak merupakan alat-alat yang mendukung media tersebut. Oleh karena itu, media dapat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu media audio, visual dan audio visual.
Keterbatasan dari artikel ini adalah tidak dilengkapi foto pada setiap jenis media yang dipaparkan. Mungkin pada kesempatan selanjutnya bisa dicantumkan semua foto media agar mudah difahami oleh pembaca.
Media dalam pembelajaran memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang disampaikan guru. Media juga berfungsi untuk pembelajaran individual dimana kedudukan media sepenuhnya melayani kebutuhan belajar siswa (pola bermedia). Sampai saat ini kebutuhan akan media pembelajaran bagi peserta didik terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus termasuk sekolah penyelenggara pendidikan segregatif atau inklusif dirasakan belum memadai.
Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, maka media pembelajaran diupayakan sesuai dengan yang diharapkan. Disinilah pentingnya perencanaan, pelaksanaan dan
monitoring terhadap pengadaan dan pengelolaan media pembelajaran pada sekolah-sekolah penyelenggara pendidikan segregatif atau inklusif. nyaman dan mudah
memahami materi.
Kelebihan dari penggunaan media audio visual dalam PJJ ialah memproyeksikan gambaran seperti adanya interaksi secara langsung oleh pengajar kepada peserta didik, media ini juga menggantikan peran pengajar dalam menjelaskan jadi peserta didik hanya sebagai fasilitator. Dengan adanya audio memungkinkan peserta didik menerima pesan pembelajaran melalui pendengaran dan adanya visual memungkinkan penyampaian pesan belajar denga visualisasi(Dewi, Murtinugraha and Arthur, 2018) (Fitria, 2014).
Jika ditinjau dalam PJJ di Indonesia dimana masih banyak kota dengan keterbatasan sinyal dan menyebabkan media interaktif seperti teleconference yang membutuhkan internet jadi terhambat, media audio visual ini jauh lebih nyaman karena bisa diakses kapanpun dalam tempat yang berbeda dan waktu yang berbeda, hanya tinggal memberikan materi tersebut ke dalam platform untuk pembelajaran seperti google classroom maka media tersebut jadi jauh lebih nyaman digunakan.
Namun Kekurangan dari media audio visual ini ialah, terjadinya pembelajaran yang bersifat satu arah atau kurang komunikatif. Dalam
pendidikan tertentu media audio visual dianggapp kurang memberikan hasil yang diharapkan atau secara tidak langsung media ini berdampak relative kecil dalam pembelajaran dan pengajaran.
Dengan digunakannya media audio visual terutama saat proses belajar melalui daring akan lebih efektif sehingga siswa tidak hanya dituntut untuk mengerjakan tugas saja tetapi bisa mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan dengan video pembelajaran yang dikirim. Sehingga meningkatkan kemampuan berpikir anak saat belajar.
Penggunaan media tersebut menumbuhkan motivasi siswa, siswa aktif dan antusias dalam melaksanakan pembelajaran. Penerapan media audio-visual ini sudah termasuk dalam proses penggunaan media. Proses penggunaannya juga sudah sesuai dengan aturan pokok penting dalam proses penggunaan media yaitu persiapan, penyajian, penerapan dan kelanjutan. (***)
LITERATUR ILMIAH
Pandawa. 2012. Jurnal Pendidikan dan Dakwah. Universitas Muhammadiyah
Tangerang. Volume 3 Nomor 2.
Sari, Wahyu Puspita. 2021. Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran
Jarak Jauh. Jakarta Selatan.
Azizah, Shofi Nur. 2021. Audio Visual Sebagai Media Yang Menarik dalam
Pembelajaran Jarak Jauh. Ponorogo.
***
Peran Anggota Kelompok :
Della Ivani Prihadi : Membuat judul dan Opini
Nadila Putri Hertyan : Membuat Opini
Nur Kurnia Ilahinsyah : Membuat Opini
Kabar
Pengamat Politik: Polisi Dibawah Kementrian Sebuah Kemunduran dan Ancaman Serius
Bekawan.com – Pengamat Politik Boni Hargens menilai meletakkan instansi Polri dibawah kementrian adalah cacat logika, cacat tata negara dan melawan prinsip demokrasi. Hal itu ditegaskan dalam acara dialog di salah satu tv nasional, Selasa (10/2/2026) malam.
“Isu soal penempatan Polri di bawah kementerian bagi saya ini cacat logika, cacat tata negara dan melawan prinsip demokrasi, kenapa saya katakan demikian, karena demokrasi yang kita anut dibangun di atas tiga pilar yang namanya eksekutif, legislatif dan yudikatif, kenapa Trias politika itu ada dalam konteks bukan hanya separation of power tapi distribution of power,” ungkapnya.
Pembahasan itu mencuat usai sejumlah tokoh yang mengkritisi pemerintah bertemu dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu untuk membahas sejumlah persoalan, dalam pertemuan itu Presiden juga mengungkapkan perihal adanya usulan Polri dibawah kementrian.
Dosen Universitas Indonesia ini juga menjelaskan bahwa menentukan posisi Polri juga bicara soal distribusi kekuasaan, demokrasi mengatur tidak adanya konsentrasi kekuasaan pada satu tangan dan kepolisian adalah bagian dari namanya yudikatif bagian dari fungsi penegakan hukum.
“Polri bertanggung jawab kepada Presiden di situ dalam kapasitas kepala negara bukan kepala pemerintahan, karena sebagai kepala negara, presiden di atas semuanya, tapi sebaliknya kalau sebagai kepala pemerintahan, presiden hanya di atas kelompok politiknya dan birokrasi pemerintahan yang sedang berjalan. Kalau misalnya kepolisian ditaruh di bawah kementerian, kementerian itu artinya bicara kabinet, kabinet adalah pembantu presiden dalam kapasitas sebagai kepala eksekutif, kepala pemerintahan bukan kepala negara, maka ini juga akan menjadi pelemahan terhadap kewenangan presiden sebagai kepala negara. Presiden sebagai kepala negara itu akan kehilangan ruang dari aspek hukum untuk ikut terlibat di dalam menjamin kepastian hukum keadilan dan sebagainya,” paparnya.
Ia menilai meletakkan Polri di bawah kementerian adalah sebuah kemunduran dan sebuah ancaman yang serius sebagai penegakan hukum di masa depan, karena memberi ruang politisasi terhadap penegakan hukum.
Karya Kawan
Tantangan Utama Tranformasi Digital di Kampar
Bekawan.com – Nunik Handriani, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, SE., MM., menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya dalam pengembangan layanan digital di Kabupaten Kampar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi mengelola sumber daya yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak dapat digantikan.
Di Kabupaten Kampar, tantangan utama meliputi kompetensi SDM teknologi informasi, infrastruktur digital yang belum merata, serta kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung inovasi. Nunik menilai bahwa pendekatan berbasis Resource-Based View (RBV) diperlukan agar organisasi mampu memaksimalkan potensi sumber daya internal secara lebih terarah.
Ia mengusulkan analisis menyeluruh terhadap sumber daya yang dimiliki, memperkuat kolaborasi dengan universitas dan perusahaan teknologi, serta menyediakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi secara berkelanjutan. Penguatan infrastruktur seperti data center dan jaringan internet juga menjadi prioritas untuk memastikan layanan digital yang cepat dan transparan.
Nunik menekankan perlunya pengembangan kapabilitas dinamis agar organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memastikan kebijakan berbasis data yang mendukung efisiensi dan akuntabilitas. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sumber daya akan menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam pandangan Dr. Chandra Bagus sebagai masyarakat sekaligus peneliti Ilmu Manajemen, isu yang diangkat Nunik menunjukkan bahwa transformasi digital menuntut lebih dari sekadar kesiapan teknis. Ia menilai bahwa gagasan Nunik memperlihatkan pemahaman yang matang mengenai pentingnya tata kelola yang konsisten dan sinergi lintas sektor, serta memberi arah strategis bagi daerah yang ingin membangun layanan digital yang benar-benar berkelanjutan.
Karya Kawan
Tak ada Disharmonisasi di Kampar (Renungan kita, untuk melawan lupa)
By : Nur Adlin (Wakil Ketua Partai Golkar Pemenangan Pemilu Wilayah I)
Bekawan.com – Sekitar 8 tahun Kampar tak memiliki Wabup, plus 5 tahun sebelumnya (ada tapi tak ada), dalam rentang jarak total 13 tahun, ada Catur sugeng hadir sebagai Wabupnya Alm. Azis zaenal, juga berkeadaan miris dalam fungsinya, artinya bukan sebagai pelengkap, tapi lebih bawah dan lebih rendah dari itu.
Namun kini, Pemerintahan baru hasil Demokrasi telah berjalan setahun, walaupun saya sebagai penulis bukan bagian dari tim pemenangan, namun merasa patut dan boleh menyampaikan opini saya, terutama terkait tuduhan yang sengaja diberitakan tanpa parameter yang jelas, dan terkesan pikiran sporadis, tentang Disharmonisasi antara seorang Wabup yang dianggap over fungsi oleh orang yang menyampaikan berita.
Untuk itu perlu kita kembali tahu atau mengingat bahwa tugas Wakil Bupati adalah membantu Bupati menyelenggarakan pemerintahan daerah, memberikan saran, mengoordinasikan instansi vertikal, memantau pemerintahan kecamatan/desa, serta melaksanakan tugas Bupati saat berhalangan sementara (tahanan/sakit), atau tugas lain yang didelegasikan Bupati, termasuk menjadi Bupati definitif jika Bupati berhalangan tetap. Wakil Bupati bekerja di bawah arahan Bupati dan bertanggung jawab kepada Bupati.
Maka jelas Job Deskripsinya bukan sebagai pelengkap, atau diam-diam saja, tapi bagaimana mendorong efektivitas pemerintahan lebih baik, khusus Kampar, wajar ada keterkejutan yang dialami beberapa orang, karena sudah sekitar 13 tahun Kampar serasa memiliki Pimpinan tunggal, dan ketika sekarang posisi Wabup difungsikan sebagai mana mestinya-untuk optimalkan roda pemerintahan yang mempunyai beban kerja- tentu bagi yang gagal paham ada keanehan di frasa pikirannya, karena menemukan kerja Wabup yang aktif, yang sudah lama tak ditemukan di Kabupaten Kampar.
Dengan demikian, tulisan ini ada agar pemikiran yang ber-sakwasangka yang dapat membuat simpang siur itu menjadi lebih bijak dan arif. Kritikan adalah hal yang lumrah, tapi yang tendensius tentu saja kurang afdhol.
Bupati adalah pemimpin eksekutif tertinggi di daerah tentu saja akan memanfaatkan formasi kepemimpinannya termasuk juga Wakilnya untuk pencapaian Visi Misi dengan anggaran yang telah ditetapkan bersama DPRD dalam tahun berjalan dan juga mempersiapkan program dimasa kedepan, tentu saja dilengkapi dengan evaluasi untuk memaksimalkan apa yang akan dicapai.
Akhir dengan tulisan ini, izinkan saya untuk mengisi media sebagai wahana berfikir kita bersama dan memperkokoh kebersamaan dalam membangun negeri kita ini, walaupun fungsi kita sebagai masyarakat dengan berbagai latar belakang juga terhitung sebagai patriot yang sportif.
-
Kabar7 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik7 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik7 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik6 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik7 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
