Connect with us

Karya Kawan

Mendukung Peningkatan Literasi Numerasi Melalui Program Kampus Mengajar Angkatan 5 Tahun 2023 

Published

on

Mahasiswa Universitas Pahlawan Tuanku Tambusau selaku peserta Kampus Mengajar Angkatan 5 mengajar di lokasi SD 129 Kota Pekanbaru. Foto : Ar/Bekawan.com

 

olehSumayyah Azzahro (Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)

 

Bekawan.com Kampus Mengajar merupakan bagian kegiatan pembelajaran dan pengajaran di satuan pendidikan dasar dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas. Kampus Mengajar bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan beragam keahlian dan keterampilan dengan menjadi mitra guru dan sekolah dalam pengembangan model pembelajaran, juga menumbuhkan kreativitas serta inovasi dalam pembelajaran sehingga berdampak pada penguatan pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah.

Keikutsertaan mahasiswa Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai pada Angkatan 5 disambut baik oleh seluruh sekolah penempatan. Penempatan tidak hanya di desa-desa wilayah Kabupaten saja tetapi juga beberapa sekolah di Pekanbaru, salah satunya SDN 129 Kota Pekanbaru.

Berdasarkan hasil observasi sekolah, mahasiswa mendapati bahwa: kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013 untuk kelas 2, 3, 5, dan 6 serta kurikulum merdeka untuk kelas 1 dan 4; Metode pembelajaran yang digunakan guru berupa metode ceramah, diskusi, demonstrasi, model dan teman sebaya; Media dan sumber pembelajaran yang digunakan yaitu buku paket, LKS, visual, audio visual, peta, globe, dan media serbaneka; Pembelajaran literasi dan numerasi dilaksanakan pada saat pembelajaran di kelas; Gerakan literasi sekolah (GLS) pada pagi hari sebelum masuk kelas; Kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi sudah cukup bagus contohnya penggunaan proyektor infokus pada saat pembelajaran. Kebutuhan prioritas sekolah antara lain: peningkatan literasi, peningkatan numerasi, proses adaptasi lingkungan literasi dan numerasi menggunakan teknologi di dalam dan di luar kelas, membantu dan mengolah administrasi perpustakaan sekolah.

Hasil rancangan kerja kampus mengajar di SDN 195 Pekanbaru setelah melaksanakan forum komunikasi dan koordinasi sekolah (FKKS) adalah sebagai berikut: pretest AKM kelas, pembiasaan budaya literasi dan numerasi, pembelajaran literasi dan numerasi yang kreatif dan inovatif, mengelola perpustakaan sekolah, program pesantren kilat pada saat bulan ramadhan, melatih siswa membaca pada bulan ramadhan bagi siswa yang belum pandai membaca, pengadaan pojok baca, pengadaan tangga numerasi, adaptasi teknologi, posttest AKM kelas. Mitra yang terlibat dalam penugasan program kampus mengajar yaitu: Dinas pendidikan, balai penjaminan mutu pendidikan, koordinator perguruan tinggi, dosen pembimbing lapangan, kepala sekolah, guru pamong, guru mata pelajaran, dan wali kelas.

AKM atau Assesment Competency Minimum adalah bentuk penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi kepada masyarakat. Konsep dari AKM adalah Assesmen kompetensi minimum, survey karakter, dan survey lingkungan belajar.

Pretest AKM literasi mahasiswa dilaksanakan pada Senin, 6 Maret 2023, dan pretest AKM numerasi mahasiswa laksanakan pada Rabu, 8 Maret 2023, jumlah siswa yang mengkuti test sebanyak 17 orang. Media yang mahasiswa gunakan untuk melaksanakan pretest chromebook milik sekolah. Pretest AKM mahasiswa laksanakan di kelas 5 SDN 195 Pekanbaru yaitu dengan cara membagi siswa menjadi 3 shift dan setiap shift dikuti oleh 6 orang peserta pada masing-masing tes literasi dan numerasi dengan durasi waktu 120 menit.

Posttest AKM literasi mahasiswa laksanakan pada hari selasa tanggal 23 Mei 2023, dan posstest AKM numerasi mahasiswa laksanakan pada hari rabu tanggal 24 Mei 2023. Jumlah siswa yang mengikuti tes ini sebanyak 17 orang. Media yang mahasiswa gunakan untuk melaksanakan posttest adalah chromebook milik sekolah. Possttest AKM mahasiswa laksanakan di kelas 5 SDN 195 Pekanbaru yaitu dengan cara membagi siswa menjadi 3 shift dan setiap shift diikuti oleh 5 orang peserta pada masing-masing test literasi dan numerasi dengan durasi waktu 120 menit. Dikarenakan ada 5 orang siswa yang tidak hadir pada saat test berlangsung, maka mahasiswa mengadakan posttest AKM literasi dan numerasi susulan pada pekan selanjutnya yaitu pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2023.

Pada kegiatan literasi, siswa perlu berlatih pada bentuk soal tentang menyimpulkan perasaan sifat tokoh dan elemen intrinsik seperti latar cerita dan kejadian-kejadian dalam cerita. Siswa sudah sangat memahami informasi tersurat (siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana) pada teks fiksi. Pada kegiatan numerasi, siswa perlu berlatih pada penyelesaian persamaan sederhana menggunakan operasi, menghitung dan membandingkan dua pecahan. Siswa sudah sangat memahami bilangan cacah dan menghitung keliling juga luas persegi panjang.

Kabar

Pengamat Politik: Polisi Dibawah Kementrian Sebuah Kemunduran dan Ancaman Serius 

Published

on

Pengamat Politik Boni Hargens. Foto : sc inews

Bekawan.com – Pengamat Politik Boni Hargens menilai meletakkan instansi Polri dibawah kementrian adalah cacat logika, cacat tata negara dan melawan prinsip demokrasi. Hal itu ditegaskan dalam acara dialog di salah satu tv nasional, Selasa (10/2/2026) malam.

“Isu soal penempatan Polri di bawah kementerian bagi saya ini cacat logika, cacat tata negara dan melawan prinsip demokrasi, kenapa saya katakan demikian, karena demokrasi yang kita anut dibangun di atas tiga pilar yang namanya eksekutif, legislatif dan yudikatif, kenapa Trias politika itu ada dalam konteks bukan hanya separation of power tapi distribution of power,” ungkapnya.

Pembahasan itu mencuat usai sejumlah tokoh yang mengkritisi pemerintah bertemu dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu untuk membahas sejumlah persoalan, dalam pertemuan itu Presiden juga mengungkapkan perihal adanya usulan Polri dibawah kementrian.

Dosen Universitas Indonesia ini juga menjelaskan bahwa menentukan posisi Polri juga bicara soal distribusi kekuasaan, demokrasi mengatur tidak adanya konsentrasi kekuasaan pada satu tangan dan kepolisian adalah bagian dari namanya yudikatif bagian dari fungsi penegakan hukum.

“Polri bertanggung jawab kepada Presiden di situ dalam kapasitas kepala negara bukan kepala pemerintahan, karena sebagai kepala negara, presiden di atas semuanya, tapi sebaliknya kalau sebagai kepala pemerintahan, presiden hanya di atas kelompok politiknya dan birokrasi pemerintahan yang sedang berjalan. Kalau misalnya kepolisian ditaruh di bawah kementerian, kementerian itu artinya bicara kabinet, kabinet adalah pembantu presiden dalam kapasitas sebagai kepala eksekutif, kepala pemerintahan bukan kepala negara, maka ini juga akan menjadi pelemahan terhadap kewenangan presiden sebagai kepala negara. Presiden sebagai kepala negara itu akan kehilangan ruang dari aspek hukum untuk ikut terlibat di dalam menjamin kepastian hukum keadilan dan sebagainya,” paparnya.

Ia menilai meletakkan Polri di bawah kementerian adalah sebuah kemunduran dan sebuah ancaman yang serius sebagai penegakan hukum di masa depan, karena memberi ruang politisasi terhadap penegakan hukum.

Continue Reading

Karya Kawan

Tantangan Utama Tranformasi Digital di Kampar

Published

on

Nunik Handriani, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning.

Bekawan.com – Nunik Handriani, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, SE., MM., menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya dalam pengembangan layanan digital di Kabupaten Kampar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi mengelola sumber daya yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak dapat digantikan.

Di Kabupaten Kampar, tantangan utama meliputi kompetensi SDM teknologi informasi, infrastruktur digital yang belum merata, serta kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung inovasi. Nunik menilai bahwa pendekatan berbasis Resource-Based View (RBV) diperlukan agar organisasi mampu memaksimalkan potensi sumber daya internal secara lebih terarah.

Ia mengusulkan analisis menyeluruh terhadap sumber daya yang dimiliki, memperkuat kolaborasi dengan universitas dan perusahaan teknologi, serta menyediakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi secara berkelanjutan. Penguatan infrastruktur seperti data center dan jaringan internet juga menjadi prioritas untuk memastikan layanan digital yang cepat dan transparan.

Nunik menekankan perlunya pengembangan kapabilitas dinamis agar organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memastikan kebijakan berbasis data yang mendukung efisiensi dan akuntabilitas. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sumber daya akan menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Dalam pandangan Dr. Chandra Bagus sebagai masyarakat sekaligus peneliti Ilmu Manajemen, isu yang diangkat Nunik menunjukkan bahwa transformasi digital menuntut lebih dari sekadar kesiapan teknis. Ia menilai bahwa gagasan Nunik memperlihatkan pemahaman yang matang mengenai pentingnya tata kelola yang konsisten dan sinergi lintas sektor, serta memberi arah strategis bagi daerah yang ingin membangun layanan digital yang benar-benar berkelanjutan.

 

 

 

 

Continue Reading

Karya Kawan

Tak ada Disharmonisasi di Kampar (Renungan kita, untuk melawan lupa)

Published

on

By : Nur Adlin (Wakil Ketua Partai Golkar Pemenangan Pemilu Wilayah I)

Bekawan.com – Sekitar 8 tahun Kampar tak memiliki Wabup, plus 5 tahun sebelumnya (ada tapi tak ada), dalam rentang jarak total 13 tahun, ada Catur sugeng hadir sebagai Wabupnya Alm. Azis zaenal, juga berkeadaan miris dalam fungsinya, artinya bukan sebagai pelengkap, tapi lebih bawah dan lebih rendah dari itu.

Namun kini, Pemerintahan baru hasil Demokrasi telah berjalan setahun, walaupun saya sebagai penulis bukan bagian dari tim pemenangan, namun merasa patut dan boleh menyampaikan opini saya, terutama terkait tuduhan yang sengaja diberitakan tanpa parameter yang jelas, dan terkesan pikiran sporadis, tentang Disharmonisasi antara seorang Wabup yang dianggap over fungsi oleh orang yang menyampaikan berita.

Untuk itu perlu kita kembali tahu atau mengingat bahwa tugas Wakil Bupati adalah membantu Bupati menyelenggarakan pemerintahan daerah, memberikan saran, mengoordinasikan instansi vertikal, memantau pemerintahan kecamatan/desa, serta melaksanakan tugas Bupati saat berhalangan sementara (tahanan/sakit), atau tugas lain yang didelegasikan Bupati, termasuk menjadi Bupati definitif jika Bupati berhalangan tetap. Wakil Bupati bekerja di bawah arahan Bupati dan bertanggung jawab kepada Bupati.

Maka jelas Job Deskripsinya bukan sebagai pelengkap, atau diam-diam saja, tapi bagaimana mendorong efektivitas pemerintahan lebih baik, khusus Kampar, wajar ada keterkejutan yang dialami beberapa orang, karena sudah sekitar 13 tahun Kampar serasa memiliki Pimpinan tunggal, dan ketika sekarang posisi Wabup difungsikan sebagai mana mestinya-untuk optimalkan roda pemerintahan yang mempunyai beban kerja- tentu bagi yang gagal paham ada keanehan di frasa pikirannya, karena menemukan kerja Wabup yang aktif, yang sudah lama tak ditemukan di Kabupaten Kampar.

Dengan demikian, tulisan ini ada agar pemikiran yang ber-sakwasangka yang dapat membuat simpang siur itu menjadi lebih bijak dan arif. Kritikan adalah hal yang lumrah, tapi yang tendensius tentu saja kurang afdhol.

Bupati adalah pemimpin eksekutif tertinggi di daerah tentu saja akan memanfaatkan formasi kepemimpinannya termasuk juga Wakilnya untuk pencapaian Visi Misi dengan anggaran yang telah ditetapkan bersama DPRD dalam tahun berjalan dan juga mempersiapkan program dimasa kedepan, tentu saja dilengkapi dengan evaluasi untuk memaksimalkan apa yang akan dicapai.

Akhir dengan tulisan ini, izinkan saya untuk mengisi media sebagai wahana berfikir kita bersama dan memperkokoh kebersamaan dalam membangun negeri kita ini, walaupun fungsi kita sebagai masyarakat dengan berbagai latar belakang juga terhitung sebagai patriot yang sportif.

 

Continue Reading

Trending