Connect with us

Kabar Asik

Deretan Pantun UAS Dukung Repol-Ardo di Pilkada Kampar

Published

on

UAS dan Repol foto bersama warga saya Kampanye Dialogis di Gema Kampar Kiri Hulu.

Bekawan.com – Ustadz kondang Prof. Abdul Somad (UAS) menyatakan dukungan untuk Pasangan Repol dan Ardo di Pilkada Kampar sejak jauh-jauh hari, bahkan Alumni IAIN Suska ini tidak segan-segan menjadi “Jurkam” Paslon nomor urut 1 ini.

UAS pun terlihat turun disejumlah titik Kampanye Dialogis bersama Repol dan Ardo, selain menyampaikan tausiah tentang menjaga kerukunan dan persatuan ia juga merangkai sejumlah pantun untuk mendukung Paslon nomor urut 1 Repol-Ardo.

Dari Rabu (13/11/2024) pagi, UAS bersama Repol dan Ardo telah menyapa ribuan masyarakat di Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, dalam acara yang digelar di Pasar desa tersebut, UAS menyampaikan sekumpulan pantun.

Kalau tuan pergi sholat Jum’at

Jangan lupa membawa kain

Kalau ada kawan Ustadz Somad

Mangapo pulo cari yang lain,” ucap UAS berpantun disambut tawa dan tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Usai Kampanye dialogis di Gema, UAS kemudian kampanye dialogis di rumah kediaman orang tua Politisi Golkar Iib Nursaleh di Perhentian Raja, usai sholat dan makan siang UAS memberikan tausiah sambil berpantun didepan warga yang didominasi Ibu-ibu.

Kalau Ibu pergi belanja

Jangan lupa beli Daun Katu

 Masyarakat Perhentian Raja

27 November pilih nomor satu,” kata Ustadz Somad.

Soto bukan sembarang soto

Soto dimakan diatas batu

Foto bukan sembarang foto

Foto untuk memilih Paslon nomor satu,” tambah UAS saat mengomentari ajakan foto dari Emak-emak tersebut.

Dari kediaman orang Tua Iib Nursaleh, UAS menyambung kampanye dialogisnya bersama Paslon nomor urut 1 di Desa Teratak Buluh Kecamatan Siak Hulu. Dalam acara yang digelar oleh Pengusaha Edi Debok tersebut, UAS disambut 3.000an warga.

UAS bersama Paslon nomor urut 1 Repol-Ardo foto bersama UAS, tokoh masyarakat, Ninik mamak dan ribuan warga.

Dalam paparannya, UAS menceritakan alasan dirinya mendukung Paslon REDO nomor urut 1, pada kesempatan tersebut UAS bercerita bahwa Repol adalah sahabat lamanya saat kuliah di IAIN Pekanbaru.

UAS juga memaparkan bahwa meski telah menjabat sebagai Anggota DPRD Kampar selama 20 tahun, Repol yang ia kenal tetap rendah hati dan sederhana.

“Pernah ada warga yang mengadu ke kami, ada lahan sawit mereka yang mau diambil oleh perusahaan, karena kami tidak punya kuasa, kami adukan ke Pak Repol, waktu itu beliau menjabat sebagai pimpinan DPRD Kampar, dan beliau langsung turun dan persoalan itu tuntas,” papar UAS.

Selain telah menjadi teman dekat Repol sejak kuliah, sosok Calon Wakil Bupati Ardo juga menjadi pertimbangan UAS untuk mendukung penuh Paslon nomor urut 1 di Pilkada Kampar.

“Bang Ardo ini punya 2 Ponpes, tentu beliau berdua ini punya fokus yang sama untuk dunia pendidikan agama,” terang UAS.

Usai memaparkan alasannya mendukung Paslon nomor urut 1, UAS juga mengajak semua yang hadir untuk mendukung dan mendoakan Paslon yang mengusung tagline “Kampar Juara” tersebut.

“Ayok ajak Laki ajak bini, tetangga, tanggal 27 November ke TPS, coblos nomor urut 1, Repol Ardo.

Kalau bapak makan Kuini,

jangan disepak pakai kaki

Klo Ndak tolol mambok bini, 

Bonti jadi laki,” pungkas UAS disambut tawa yang hadir. ***

 

 

Kabar Asik

Becak Bangkinang : Hidup Segan, Mati Pun (masih) Enggan

Published

on

Becak Pak Eman.

Bekawan.com – Tukang Becak Bangkinang mencoba bertahan ditengah banyaknya kendaraan dan transportasi online didaerah. Alat transportasi yang pernah jaya pada masanya, kini seakan “hidup segan matipun (masih) enggan,” karena sejumlah becak masih terlihat-lalu lalang di tengah Kota Bangkinang namun jumlahnya tidak seberapa.

“Kini la banyak uwang ba honda (sepeda motor) kamano-mano, tamasuok anak sekolah,” ungkap Herman, Rabu (14/1/2026) pagi.

Pria Paruh baya yang akrab disapa Pak Eman ini mengaku rutinitas yang ia jalani sebagai tukang becak sudah berjalan sejak 7 tahun silam, dan masih menjadi mata pencahariannya hingga kini.

Fenomena banyaknya transformasi online menurut Pak Eman bukan menjadi “lawan” dirinya dalam mencari nafkah, tapi banyaknya kendaraan roda 2 menjadikan warga Bangkinang tidak lagi menggunakan “servisnya” dalam bepergian.

“Kalau dulu, ngantar anak sekolah, ngantar jemput orang ke pasar, kalau sekarang anak SMP dan SMA sekolah la naik honda, kalau SD diantar orang tua, jadi jarang penumpang,” akunya sambil tertawa kecil.

Jika dulu, setiap Rabu-hari pasar Bangkinang-menjadi hari “panen” Pak Eman dan kawan-kawan, namun kini fenomena itu tidak terjadi lagi, seolah “gagal panen” kayak jagung ketahanan pangan.

“Ibu-ibu yang ke Pasar pun sudah diantar anaknya pake honda, kalau belanjanya banyak baru naik becak,” terang Pak Eman.

Jadi tidak heran banyak kawan-kawan Pak Eman yang beralih profesi, atau sekedar mensiasati kondisi minimnya penumpang dengan sistem “tumpang sari”.

“Ada yang betukang, dan kerjaan lainnya yang bersifat sementara, setelah itu membecak lagi,” jelasnya.

Meski senyum dan tawa Pak Eman selalu menghiasi selama perjalanan, namun pahit dan getirnya kehidupan mencari nafkah, terpampang ditulisan gerobaknya “hidup ini tak seinda yang kau dibayangkan”.*

*Ya tulisan indah tanpa hurup “H”, seolah berbisik, jangankan mencicipi indahnya kehidupan, menulis kata “Indah” aja aku gak sanggup.

Continue Reading

Kabar Asik

Hadang Mobil Suami, Istri Sah Babak Belur Dianiaya Pelakor 

Published

on

Bekawan.com – Seorang Perempuan bernama Nopita (30), bersama anaknya yang masih berusia dua tahun membuntuti suaminya, FE, yang tengah mengendarai mobil bersama seorang wanita yang diduga seorang Pelakor berinisial TI.

Peristiwa itu terjadi pada hari Ahad (21/12/2025) dini hari, setibanya di Jalan Lintas PT RAPP, Desa Gunung Sari, korban berhasil mengadang mobil tersebut dan meminta suaminya untuk pulang. Namun, permintaan tersebut berujung cekcok.

“Pelaku TI keluar dari mobil dan langsung menyerang korban dengan menarik rambutnya hingga korban terjatuh dari sepeda motor bersama anaknya,” ungkap Kapolres Kampar diwakili AKP Gian Wiatma Jonimandal, Jumat (26/12/2025).

Pelakor/Pelaku penganiayaan istri sah ditangkap Polres Kampar.

Tak berhenti di situ, pelaku diduga menghimpit tubuh korban dan membenturkan kepala korban ke sepeda motor berulang kali. Aksi kekerasan ini baru berhenti setelah dilerai oleh suami korban.

“Pasca-kejadian, korban langsung melaporkan tindakan pelaku ke Polres Kampar,” kata AKP Gian.

Tim Unit PPA ( Perlindungan Perempuan Anak) yang dipimpin Aipda Syamsul Bahri bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya melacak keberadaan pelaku di Kabupaten Kuantan Singingi. Pelaku ditangkap di rumah kontrakannya di Desa Sei Paku, Kuantan Singingi, pada Rabu (24/12).

Penganiayaan yang dipicu dugaan perselingkuhan ini mengakibatkan korban mengalami luka robek di bagian kepala sehingga mendapatkan tujuh jahitan, serta luka lebam di sekujur tubuh.

“Pelaku merupakan pihak ketiga dalam rumah tangga korban. Setelah barang bukti lengkap, tim langsung melakukan penangkapan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar AKP Gian.

Continue Reading

Kabar Asik

Warga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram

Published

on

By

Ikan Tapah raksasa yang berhasil ditangkap warga.

Bekawan.com – Seekor ikan Tapa (river monster) berukuran jumpo berhasil ditangkap nelayan di Desa Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar, Rabu (24/12/2025). Ikan seberat 85 Kilogram itu terlihat digotong bebarapa warga untuk ditimbang.

Ikan Tapah hasil tangkapan warga Kampar.

Setidaknya butuh 6 orang pria dewasa mengangkat ikan dari dalam air menuju daratan. Selain mendapatkan Tapah berukuran besar, mereka juga berhasil menangkap Ikan Tapah berukuran kecil di anak sungai yang melewati desa tersebut.

Rekor Ikan Tapah terbesar yang ditangkap warga.

Desa Gunung Bungsu memang terkenal menjadi tempat bertelurnya Ikan Tapah disaat air sungai meluap, Rekor ikan terbesar yang berhasil ditangkap masyarakat Gunung Bungsu yaitu ikanvTapa seberat 115 Kg pada tahun 2017 yang lalu.

***Cek videonya di akun tiktok @bekawan.com

Continue Reading

Trending