Kawan Ngopi
Malam Berkesan di Terusan
Bekawan.com – Deru mesin Robin Piyau menyeruak memecah gelombang air sungai yang deras, perjalan dari Pangkalan Sarik, salah satu desa terluar dan berbatasan langsung dengan Sumatera Barat itu semakin mencekam karena sinar sang Surya tidak lagi Sudi berbagi cahaya seiring gelapnya malam di Desa Terusan Kampar Kiri Hulu.
Suara berisik mesin robin dibawah kendali Cu Izul berpacu dengan waktu, mengejar agar tim tidak kemalaman sampai didesa Terusan, Desa yang menjadi tujuan akhir setelah seharian tim Paslon nomor urut 1 ini melakukan kampanye dialogis.
“Astagfirullah, mesin mati,” perkataan setengah teriak Cu Izul mengagetkan lamunan saya, yang membayangkan sungai yang dilalui itu kayak Sungai Aare, Bern, Swiss.
Mendengar Istigfar Cu Izul, Pikiran saya langsung membayangkan hal yang buruk, kebayang batu cadas yang mengintip dari dalam sungai dihantam perahu yang hilang kendali itu.
Beruntung, usaha ketiga Cu Izul untuk kembali menghidupkan mesin Robin langsung berbuah manis, perahu pun dengan gampang dikendalikan dan menepi di Dermaga Desa Terusan.
Disana, kami disambut tenda ukuran 8×12 Meter, lengkap dengan terpal dan tikar, serta lampu penerangan yang kadang berkedip sesekali waktu.
Usai membersihkan badan di dinginnya air Sungai Subayang dilanjutkan sholat Magrib dibawah tenda, Repol didampingi Iib Nursaleh bersama masyarakat dan tim dari Bangkinang langsung santap malam dengan menu andalan masyarakat setempat yakni Sambo tokok. Sambil makan, kami juga akhirnya tahu ternyata mereka meminta izin ke tetuah kampung untuk mencari ikan di lubuk larangan demi menjamu tamu yang hadir.
“Jadi sebelumnya kan lubuk larangan itu dilarang bagi siapapun yang mencari ikan di areal yang sudah ditetapkan, demi menghormati Cu Repol dan tim yang hadir, kami minta izin membuka lubuk larangan tersebut,” jelas salah seorang warga setempat.
Makan bersama yang penuh kekeluargaan dan gelak tawa, ditemani ulam petai yang aduhai, membuat Cu Repol menjadi peserta makan malam 3 terakhir yang lambat siapnya. Setelah makan, tokoh masyarakat bergantian menyampaikan harapannya untuk Calon Bupati Kampar Repol.
“Saat ini mesjid kami bocor Pak Bupati, asal hujan bocor, dan masjid kami tidak punya teras,” papar M. Yatim Tokoh masyarakat setempat.
Ia juga meminta Calon Bupati Nomor urut 1 itu untuk memperjuangkan akses jembatan ke sekolah yang berada diseberang pemukiman warga, serta pembangunan fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Pimpinan DPRD Kampar Iib Nursaleh langsung menjadi solusi atas keluhan yang disampaikan perwakilan warga. “Kalau itu terkait rehab ringan bangunan sekolah, agar dan hal lain yang tidak membutuhkan anggaran yang besar Insyallah bisa kita selesaikan lewat DPRD Kampar, tapi kalau udah anggaran yang besar, itu yang lainya kuasa Bupati, jadi untuk itu kita hantarkan Pak Repol ini jadi Bupati Kampar,” ajak Iib.
Usai berdiskusi dengan warga, kami pun kembali menaiki puluhan anak tangga menuju rumah tempat kami bermalam, karena kebanyakan bawa tas dan segala tetek-bengek tripod membuat saya dan Bang Ucok jadi orang terakhir rombongan, dan ternyata diatas puluhan anak tangga yang cukup curam itu terdapat 1 kuburan, 1 seperti Menhir dan persimpangan.
Meski sedikit shock dan bingung jalan semenisasi mana yang menuju rumah warga tempat kami bermalam, kamipun memilih jalan kanan karena melihat jalan sebelah kiri sangat curam.
“Alhamdullah,” ucap saya dalam hati, melihat pintu sebuah rumah warga masih terbuka, dan terlihat dari luar orang-orang berbaju kuning tengah bersiap tidur.
Dalam perjalanan dari simpang menuju rumah warga, Bang Ucok pun bercerita ketakutannya saat dalam Sampan tadi, kata dia suasana gelap dan air yang deras membuat dia membayangkan sampan itu terpotong dua bagian setelah menghantam batu gunung yang menjulang dari dalam air.
“Kayak adegan di film Titanic Ri, terbayang sama Ari kan sampan tuh terbagi dua,” ucapnya.
Dan saya hanya menjawab salam hati, ” Bah, korban film juga kawan ini!!”. ***
Kabar Kampar
Finalis Putera Pelajar Indonesia Asal Kampar Silaturahmi dengan Kadiskominfo
Bekawan.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Lukmansyah Badoe, S.Sos, MSi menerima audiensi Finalis Putera Puteri Pelajar Indonesia perwakilan Riau asal Kampar Nofri Qosdiansyah, Selasa (31/3/2026) pagi, Siswa SMKN I Bangkinang Kota itu terpilih mewakili Riau ke tingkat nasional yang akan digelar 24 hingga 27 Juni 2026 di Jakarta.
Kepada Nofri, Kadiskominfo Kampar mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih dan berharap mendapatkan hasil terbaik saat mengikuti Ajang Putera dan Puteri Pelajar Indonesia di tingkat nasional.
“Mudah-mudahan ananda Nofri bisa mengukir prestasi ditingkat nasional dan mengharumkan nama daerah serta nama sekolahnya, semoga langkah Nofri bisa menjadi motivasi bagi generasi muda Kampar untuk berprestasi disetiap bidang yang diminati,” harap Kadis didampingi Kabid PIKP Bambang.
Sementara itu, Nofri Qosdiansyah, Pelajar Kelas 11 Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMKN I Bangkinang Kota mengucapkan terimakasih atas support yang diberikan Kadiskominfo Kampar, ia berharap support yang diberikan. Pemda Kampar menjadi pelecut semangat bagi dirinya memberikan yang terbaik untuk Riau dan untuk Kabupaten Kampar.
“Saya Nofri Qosdiansyah selalu Putera Pelajar Provinsi Riau Wakil II Riau mengucapkan terimakasih atas dukungan dan apresiasi yang tinggi dari Pak Kadiskominfo, Insyaallah Nofri akan jadi yang terbaik, selalu dukung Nofri untuk membawa dan mengharumkan Kampar dan Riau,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo Kampar Bambang, MSi menyebut bahwa Diskominfo siap memberikan support publikasi termasuk penggunaan Videotron maupun podcast melalui radio LPPL Swara Kampar 103,8 FM.
Dalam ajang Putera Puteri Pelajar Indonesia 2026, Perwakilan Kampar berhasil mengutus 3 kandidat ke ajang nasional setelah terpilih di tingkat Provinsi Riau, yakni Nofri dari SMKN I Bangkinang Kota, dan 2 lainnya adalah Ratu dan Atika masing-masing berasal dari SMAN 1 Bangkinang Kota dan SMPN 1 Bangkinang Kota.
Kabar Kampar
Bahas Nasib Guru Helda Arianti, Ini Hasil Pertemuan Komisi II DPRD Kampar dengan KemenPAN-RB
Bekawan.com – Komisi II DPRD Kampar bersama Kepala BKPSDM Kampar Riedel Fitri dan jajaran melakukan pertemuan dan koordinasi dengan Asisten Deputi KemenPAN-RB di Jakarta terkait nasib guru honorer yang gagal dilantik PPPK Paruh Waktu.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kampar, Rinaldo Saputra, mengatakan, dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa Helda Arianti, guru honorer yang gagal dilantik jadi PPPK Paruh waktu karena human eror masih dapat menjalankan tugas seperti biasa dan tetap menerima gaji, meskipun status pengangkatannya belum memperoleh kepastian.
“Intinya, Helda diminta untuk bersabar. Untuk sementara tetap bekerja dan tetap digaji sambil menunggu kebijakan pembukaan perbaikan data dari kementerian,” ujar Rinaldo, Jumat (19/12/2025).
Terkait kemungkinan pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Rinaldo menyebutkan bahwa KemenPAN-RB belum memberikan jaminan resmi. Namun demikian, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kampar akan menyurati Dinas Pendidikan sebagai dasar hukum agar Helda tetap bekerja di sekolah tempatnya bertugas.
“Belum ada jaminan pengangkatan. Namun, BKPSDM akan mengirimkan surat ke Dinas Pendidikan agar yang bersangkutan tetap bekerja dan memiliki kejelasan status,” katanya.
Rinaldo menambahkan, persoalan data tenaga honorer tidak hanya terjadi di Kabupaten Kampar. KemenPAN-RB mencatat sedikitnya 101 instansi di berbagai daerah mengalami permasalahan serupa, termasuk kesalahan administrasi yang cukup serius.
“Di daerah lain bahkan ada kasus pegawai yang masih hidup tetapi tercatat meninggal dunia dalam sistem. Karena itu, kementerian sangat berhati-hati sebelum membuka portal perbaikan data agar tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” ujarnya.
Saat ini, kata Rinaldo, seluruh permasalahan data tersebut sedang dihimpun untuk dibahas di tingkat kementerian guna menentukan langkah perbaikan yang tepat. Sementara itu, Helda Arianti dipastikan tetap berstatus sebagai honorer aktif.
“Kesimpulannya, Helda tidak diberhentikan, tetap bekerja sebagai honorer sambil menunggu proses perbaikan data di KemenPAN-RB,” pungkas Rinaldo.
Kabar Asik
Bahas Program Prioritas, Bupati Ahmad Yuzar Bicara Soal Beras dan Seragam Gratis
Bekawan.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar memimpin rapat percepatan program pembangunan di Kabupaten Kampar, sejumlah program prioritas yang dibahas diantaranya bantuan beras dan seragam sekolah gratis untuk yang membutuhkan.
Program beras gratis bagi masyarakat kurang mampu dan penyandang disabilitas merupakan program prioritas di Dinas Sosial. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat yang kurang mampu.
Dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, akan segera digulirkan program pembagian seragam sekolah gratis untuk siswa-siswi yang membutuhkan.
Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti menegaskan agar pendistribusian dilakukan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran. “Seragam gratis ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada dunia pendidikan. Kita ingin memastikan tidak ada anak Kampar yang terhambat sekolah hanya karena tidak mampu membeli seragam,” ujar Wakil Bupati Kampar.
Sementara itu, Dinas Kesehatan juga menjadi perhatian khusus dalam rapat ini, terutama terkait program percepatan penanganan stunting. Bupati menekankan agar camat, kepala puskesmas, dan perangkat desa terus berkolaborasi memberikan edukasi gizi, meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memastikan bantuan pangan bergizi tepat sasaran.
“Stunting bukan sekadar persoalan gizi, tapi menyangkut masa depan generasi kita,” ingat Ahmad Yuzar, dalam rapat di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati, Senin (8/92025).
Dalam arahannya, Bupati Kampar menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia meminta seluruh OPD bekerja maksimal agar program yang sudah direncanakan tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi betul-betul dirasakan manfaatnya oleh warga. “Kita harus memastikan program yang sudah dicanangkan benar-benar sampai ke masyarakat. Pemerintah hadir bukan hanya memberi janji, tetapi bukti,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Bupati Ahmad Yuzar didampingi Wakil Bupati Dr. Misharti, Sekretaris Daerah Hambali, Asisten I Tengku Said Hidayat, Asisten III Ir. Azwan, para Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kepala Bagian, serta para camat se-Kabupaten Kampar.
-
Kabar7 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik7 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik6 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik4 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik6 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
