SOSOK
Arryan Naufal, Anak Sopir Truk Penerima Beasiswa Prestasi PHR
Bekawan.com – Dalam suasana rumah yang semula hening, tercipta momen haru yang tak terlupakan bagi Muhammad Arryan Naufal dan keluarganya. Ketika berita gembira tentang dirinya menjadi salah satu penerima Beasiswa Prestasi Program Sarjana PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) tahun 2023 datang, air mata kebahagiaan tak tertahankan mengalir dari mata Arryan dan sang ibu, Megawati. Keduanya sama-sama merasakan kebahagiaan dan haru yang menggetarkan hati. “Saya langsung menangis. Bahagia sekali rasanya” ujar pelajar lulusan MAN Insan Cendikia Siak ini.
Sosok Arryan adalah contoh nyata dari tekad yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Informasi tentang seleksi beasiswa prestasi S-1 menjadi titik awal bagi perjuangan Arryan. Dalam keterbatasan ekonomi keluarganya yang hanya ditegakkan dengan upaya sang ayah sebagai sopir truk, Arryan merasakan begitu besar makna dari peluang beasiswa ini. “Allah mendengar doa kami sekeluarga,” ucapnya. Ia tak ingin memberatkan keluarganya dan menganggap kesempatan ini sebagai pintu emas untuk meraih pendidikan tanpa batas.
Di tengah semangatnya yang membara, Arryan juga tidak pernah menyesali ketatnya kompetisi seleksi beasiswa. Meski jumlah penerima dibatasi hanya untuk 10 orang dari 1.786 siswa pendaftar, semangatnya jauh lebih besar dari kekhawatirannya. Dan akhirnya, dengan keyakinan diri dan ketekunan yang tinggi, Arryan berhasil meraih beasiswa tersebut.
“Di tahap FGD saya sempat grogi. Saya berhadapan dengan teman-teman (peserta) yang memiliki pemikiran-pemikiran yang hebat,” kenangnya.
Sebagai siswa aktif dan berprestasi di MAN Insan Cendikia Siak, Arryan membuktikan kemampuannya dengan mengukir prestasi di berbagai bidang. Dari Olimpiade nasional bidang Ekonomi hingga lomba sains tingkat Provinsi Riau, Arryan menunjukkan bakat dan dedikasinya yang luar biasa. Selain itu, keikutsertaannya dalam organisasi Rohis juga membuktikan bahwa ia memiliki jiwa sosial yang kuat.
Prestasi di sekolah dan sikap percaya diri menjadikan Arryan mempersiapkan diri menghadapi tahap demi tahap seleksi beasiswa PHR dengan penuh keyakinan. Meski sempat grogi dalam Diskusi Grup Terarah, tekadnya untuk meraih beasiswa membuatnya mengatasi segala ketegangan dengan baik.
“Saya sangat bangga dan bersyukur sekali bisa menjadi salah satu penerima beasiswa PHR,” ucap Arryan. Arryan akan melangkah ke Universitas Pertamina untuk mengejar jurusan manajemen yang menjadi minatnya sejak sekolah. Ia berkomitmen untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan menggapai prestasi gemilang di masa depan. Impian Arryan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk membantu orang tua yang telah merawatnya dengan penuh cinta.
Begitu juga dengan ibunya, Megawati “Semoga ke depan anak saya menjadi anak yang sukses. Kami sungguh bangga atas pencapaiannya,” ucapnya. Momen kebahagiaan ini membuktikan bahwa perjuangan Arryan tidak hanya menjadi kebanggaan keluarganya, tetapi juga menginspirasi banyak orang di Riau untuk terus berusaha dan meraih prestasi tanpa mengenal batas.
Program Beasiswa Prestasi PHR menjadi cermin dari komitmen Pertamina Hulu Rokan dan Pertamina Foundation dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Riau. Para penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan bantuan biaya, tetapi juga peluang untuk berkembang dan menjadi generasi pemimpin masa depan yang berdaya saing.
Kisah Arryan Naufal mengajarkan kita bahwa mimpi bisa diwujudkan dengan tekad dan kerja keras. Tidak ada halangan yang bisa menghentikan langkah seseorang yang memiliki semangat untuk meraih kesuksesan. Semoga Arryan menjadi contoh inspiratif bagi banyak orang untuk terus berusaha dan meraih mimpi mereka, sekaligus membawa perubahan positif bagi masyarakat dan negeri ini.
“Program Beasiswa Prestasi PHR ini merupakan wujud komitmen PHR bersama Pertamina Foundation untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Riau, dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang berdaya saing,” kata Corporate Secretary PHR WK Rokan Rudi Ariffianto. (Rls)
Kabar Kampar
Waka DPRD Kampar Nilai Pengelolaan CSR Jauh Panggang dari Api
Bekawan.com – Wakil Ketua DPRD Kampar Sunardi DS menanggapi pola pengelolaan Caroporate Sosial Responsibility (CSR) di Kabupaten Kampar yang ia nilai masih jauh dari harapan.
Kewajiban utama perusahaan terhadap masyarakat sekitar dikenal sebagai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR). Berdasarkan undang-undang, perusahaan wajib mengalokasikan dana dan program nyata untuk memberdayakan ekonomi, menjaga lingkungan, serta memberikan dampak positif bagi warga terdampak.
“Mestinya CSR itu diimplementasikan melalui berbagai kegiatan seperti pelestarian lingkungan, pengembangan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan sosial, namun yang terjadi justru daerah disekitar perusahaan hanya kebagian limbah perusahaan yang merusak ekosistem sungai, mencemari lingkungan dan berdampak terhadap matinya ikan keramba yang merupakan mata pencaharian masyarakat,” ungkap Sunardi saat dijumpai diruang kerjanya baru-baru ini.
Politisi Demokrat ini memaparkan, kalau pengelolaan CSR seyogyanya untuk masyarakat tempatan yang bersentuhan langsung dengan perusahaan, namun saat ini pengelolaan CSR seperti gerai UMKM di kawasan Bangkinang Riverside tidak berjalan semestinya.
“Harusnya Pemda Kampar bisa memanfaatkan dana CSR itu untuk membangun wilayah yang menjadi lokasi perusahaan, jika tidak bisa di cover oleh APBD. Sekarang yang terjadi malah daerah yang berbatasan langsung dengan Pabrik Kelapa Sawit misalnya tetap tidak ada pembangunan, baik dari APBD maupun dari dana CSR,” jelasnya.
Kabar Kampar
Anggota DPRD Kampar Hendri Domo Hadiri Pelantikan IKBR Kampar
Bekawan.com – Anggota DPRD Kabupaten Kampar dari Fraksi PKS, Hendri Domo menghadiri pelantikan pengurus DPD Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) wilayah Kampar yang mencakup Kecamatan Siak Hulu, Perhentian Raja, dan Kampar Hilir, Rabu (20/5/2026).
Dalam sambutannya, Hendri menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus IKBR yang baru dilantik. Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Batak yang tergabung dalam paguyuban tersebut.
“Pertama, saya mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus DPD IKBR Kampar. Alhamdulillah saya dapat bersama dalam acara kawan-kawan dari paguyuban Batak,” kata Hendri. Pada kesempatan itu, Hendri turut menyampaikan pantun yang disambut antusias para hadirin.
“Ibarat pantun, kapak bukan sembarang kapak, kapak untuk membelah kayu. Batak bukan sembarang Batak, Batak Riau sudah jadi Melayu,” ujarnya.
Hendri juga mengucapkan selamat kepada JP Hasibuan yang terpilih sebagai Ketua IKBR DPD I Kampar. Ia berharap kepengurusan baru dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
“Semoga amanah tersebut dapat memberikan kontribusi kepada Kabupaten Kampar yang kita cintai bersama,” ucapnya.
Menurut Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai jurnalis ini menyebut bahwa keberagaman suku dan budaya di Kabupaten Kampar harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan serta menjaga persatuan bangsa.
“Kita adalah saudara dalam bingkai NKRI, saling menguatkan dan saling menasihati dalam kebaikan,” katanya sembari berharap agar IKBR terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat di Kabupaten Kampar.
Kabar Kampar
Waka DPRD Kampar Sunardi Soroti Pengawasan Limbah Perusahaan di Kampar
Bekawan.com – Pengawasan Limbah Perusahaan di Kampar masih dinilai lemah oleh Wakil Ketua DPRD Kampar Sunardi. Penilaian tersebut bukan tanpa alasan, Politisi Demokrat itu menjabarkan bahwa sejak dirinya menjadi anggota DPRD Kampar belum ada satupun perusahaan yang diberi sanksi tegas meski limbah perusahaan telah banyak mencemari sungai di Kampar.
“Jika dibandingkan dengan daerah lain, kita cenderung lamban dalam menangani setiap permasalahan limbah, sehingga muncul asumsi negatif terhadap pemerintah,” ucap Sunardi, Rabu (20/5/2026).
Anak jati Tapung Hulu ini juga menyoroti lambannya hasil labor dari sample yang diambil OPD terkait, dan terkesan anti klimaks.
“Setelah turun, kita tidak tahu apa hasil dan bagaimana tindakan yang diambil, apakah lingkungan tercemar, apakah perusahaan dikasih peringatan, di sanksi administratif, atau apa, yang jelas semenjak saya didepan, setahu saya belum ada satupun yang di sanksi oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Banyaknya ikan keramba warga yang mati diduga akibat limbah mencemari sungai Tapung beberapa waktu lalu.
Melihat luasnya kawasan perkebunan dan banyaknya Pabrik kelapa sawit di Kampar, Sunardi menilai Pemkab Kampar sudah semestinya memiliki Laboratorium sendiri yang menyediakan layanan pengujian parameter kualitas lingkungan, termasuk air limbah, air permukaan maupun emisi.
“Sehingga kita tidak lama menunggu hasil labor, selain itu petugas dinas terkait juga mesti melakukan pengecekan berkala agar hasilnya valid, bukan hanya menunggu laporan by phone dari perusahaan, karena kalau begitu, hasilnya tentu yang baik-baik aja yang dilaporkan oleh perusahaan,” tambah Sunardi.
Menurutnya persoalan limbah perusahaan yang mencemari lingkungan seperti sungai akan terus terulang di Kabupaten Kampar jika tidak ada keseriusan dari Pemda Kampar dalam menegakkan aturan terkait lingkungan bagi perusahaan, yang pada akhirnya akan merusak biota sungai, meracuni Ikan sungai, ikan keramba dan akan berdampak terhadap perekonomian dan kesehatan masyarakat.
-
Kabar7 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik7 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik7 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik5 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik7 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
