SOSOK
Kisah Nasywa Nayifa Salsabila, Penerima Beasiswa Prestasi PHR
Bekawan.com – Program Beasiswa Prestasi S-1 Pertamina Hulu Rokan (PHR) 2023 disambut antusias siswa dan siswi Riau, salah satunya Nasywa Nayifa Salsabila yang kemudian berhasil menjadi 1 dari 10 penerima beasiswa prestasi tersebut. Seperti apa kisah Nasywa mendapatkan beasiswa tersebut?
Tercatat, ada 1.786 siswa yang mendaftar program Beasiswa Prestasi PHR jenjang S-1 tersebut. Setelah melalui serangkaian seleksi yang profesional, sebanyak sepuluh putra-putri terbaik Riau terpilih untuk mendapatkan beasiswa di Universitas Pertamina itu, satu di antaranya Nasywa Nayifa Salsabila, siswi lulusan MAN Insan Cendikia Siak.
Nasywa tak dapat menyembunyikan rasa senangnya usai membaca surat elektronik dari Pertamina Foundation (PF) awal Mei 2023 lalu. Tanpa sadar, air mata mengalir dari sudut matanya. Di dalam surat, dinyatakan ia terpilih sebagai salah satu pemenang Beasiswa Prestasi Jenjang Sarjana (S-1) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
“Saya sangat terharu dan menangis usai menerima kabar bahagia ini,” kata pelajar asal Bangkinang, Kampar ini.
Tak sabar, Nasywa langsung mengabari kedua orang tuanya yang sedang berada di luar kota. “Di ujung telepon, saya mendengar suara bunda bergetar. Sambil mengucapkan selamat atas keberhasilan saya menerima beasiswa penuh dari PHR,” ujarnya mengisahkan kembali kebahagiaan itu.
Sejak awal, Nasywa sangat termotivasi mengikuti Program Beasiswa Prestasi S1 PHR setelah mendapat informasi dari guru di sekolahnya pada Maret 2023. Baginya, peluang beasiswa penuh merupakan kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa membebani perekonomian orang tua.
Nasywa sempat pesimis dengan banyaknya peminat. Terlebih, para peserta merupakan siswa terbaik utusan sekolah dari 7 kabupaten dan kota di Riau. Namun Nasywa tetap semangat mengikuti serangkaian seleksi.
“Saya menyadari kuliah tentunya membutuhkan biaya tidak sedikit. Ini kesempatan saya mendapatkan beasiswa penuh, agar bisa meringankan beban orang tua,” tuturnya.
Sejumlah tahapan seleksi dilalui dengan baik, mulai dari seleksi administrasi, Tes Potensi Akademik (TPA), wawancara, hingga tahap Diskusi Grup Terarah (fokus Grup Discussion-FGD).
“Di tahap FGD saya sempat gerogi karena harus berhadapan dengan teman yang saya kenal sangat hebat. Namun saya berusaha kontrol diri dan tetap santai menjalani prosesnya,” ucapnya.
Namun dengan motivasi dan semangat yang tinggi, Nasywa dapat melawati seleksi ketat ini dengan lancar hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa. “Alhamdulillah, ini sangat luar biasa. Tidak pernah terbayangkan bisa melangkah sejauh ini. Tentunya ini berkat doa orang tua,” ujarnya.
Nasywa termasuk siswa berprestasi di sekolah. Ia selalu masuk rangking lima besar di kelas. Nasywa juga kerap menjadi utusan sekolah mengikuti lomba bidang ekonomi dan akuntansi. “Kemudian saya menjuarai Olimpiade Sejarah di FKIP Unri di tahun 2022 bersama tim,” katanya.
Di bidang non akademik, Nasywa tergabung dalam kegiatan OSIS serta aktif terlibat dalam klub jurnalistik dengan menerbitkan majalah sekolah secara berkala.
Ketertarikannya dengan mata pelajaran ekonomi dan akuntansi membuat Nasywa memilih Jurusan Ekonomi di Unversitas Pertamina. “Penting bagi kita belajar ekonomi karena setiap aktivitas lapisan masyarakat sangat erat kaitannya dengan ekonomi,” paparnya.
Nasywa berjanji memanfaatkan kesempatan kuliah di Universitas Pertamina melalui beasiswa penuh dari PHR sebaik-baiknya. “Nasywa berjanji terus berusaha mengejar prestasi. Bergabung dengan organisasi kemahasiswaan untuk pengembangan diri serta mengikuti berbagai perlombaan dan terlibat aktif di kampus,” ucapnya.
Sementara itu, Ayah Nasywa Fahraini Khas mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina Hulu Rokan dan Pertamina Foundation atas kesempatan beasiswa penuh yang diberikan kepada anaknya.
“Semoga beasiswa ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk masa depan yang lebih cemerlang,” ucapnya.
Beasiswa Prestasi PHR memberikan beragam manfaat kepada pemenang selama menjalani kuliah. Para penerima akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan SPP/UKT, biaya hidup dan pendukung serta biaya program pengembangan kapasitas dan Aksi Sobat Bumi.
“Program Beasiswa Prestasi PHR ini merupakan wujud komitmen PHR bersama Pertamina Foundation untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Riau, dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang berdaya saing,” kata Corporate Secretary PHR WK Rokan Rudi Ariffianto.
Kabar Asik
Catet, 17 Oktober Tepak Squad Gelaran Seni di Pekanbaru
Bekawan.com – Kabupaten Kampar beruntung memiliki sejumlah anak muda yang tergerak hati untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya disaat kebanyakan orang seolah cuek, mereka adalah Tepak Squad, grup band yang menggabungkan unsur musik etnik daerah dengan aransemen modern.
“Ternyata Kampar kaya akan budaya dan tradisi, kami tergerak untuk mengangkat itu agar anak budaya tidak kehilangan jatidiri dan lebih mengenal daerahnya, karena kami backgroundnya musik, jadi kami angkat budaya itu melalui musik,” ungkap salah satu Founder dan pencipta lagu Tepak Squad Mido Pulma Deslala didampingi Riski Akbar saat berbincang dalam Talkshow di Radio Swara Kampar, Rabu (14/10/2026).
Pria yang akrab Mido ini juga menjelaskan bahwa nama Tepak Squad dipilih karena ingin mengangkat sesuatu yang mencirikan dan identik dengan Kampar. “Tepak itukan artinya wadah, lambang penghormatan,” jelas Mido.
Ia juga menjelaskan bahwa Tepak Squad berdiri sejak 2020 dan terdiri dari 13 personil pemain musik serta dibantu sejumlah personil ” eksternal” lainnya, hingga kini Tepak Squad telah mengeluarkan sejumlah single yang saling kait-mengait satu dan yang lainnya, mulai dari Lawik Ombun Tanah Batuah, Titisan Bumi Syurga (Kuaghan), hingga single Religi Marhaban ya Ramadhan.
“Semua karya kami itu saling kait-mengait, terhubung antara satu dan yang lain, misalnya Lawik Ombun Tanah Batuah menceritakan tentang negeri Kampar secara umum, Kuaghan menceritakan tentang burung Kuaghan, burung ajaib yang hanya di Kampar, kalau lagu marhaban ya ramadhan juga menceritakan tradisi orang Kampar saat menyambut ramadhan, tradisi selama puasa hingga pasca ramadhan seperti tradisi Ayo onam,” terang Mido.

Poster gelaran seni Tepak Squad di Pekanbaru.
Kepada Host Ari Amrizal, Mido juga menceritakan bahwa proses menciptakan lagu memakan waktu yang lama karena mereka butuh riset seperti wawancara kepada para tetua yang faham akan budaya dan tradisi Kampar.
“Seperti lagu tentang burung Kuaghan itu, menghabiskan waktu yang cukup lama karena dalam lagu kami juga memasukkan mantra dalam mencari burung unik ini, karena tidak semua bisa mendapatkan,” paparnya.
Sejumlah keistimewaan Burung Endemik Kampar ini juga dipaparkan pria yang sebelumnya tergabung di grup band Teorema Pitagoras ini, mulai dari bangkai burung yang tidak berbau hingga tidak memiliki jenis kelamin.
Bagi pembaca bekawan.com yang ingin menyaksikan performa Tepak Squad, sepertinya keinginan tersebut bisa diwujudkan dalam waktu dekat, karena Tepak Squad akan menggelar konser tunggal di Pekanbaru tepatnya di Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu 17 Oktober 2026 malam.
Public Speaking
CEO NoLimit Indonesia Ngisi Kuliah Tamu di S2 Medkom UIN Suska Riau
Bekawan.com – Co-founder & CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa menjadi Narasumber di Kuliah Tamu yang ditaja S2 Medkom UIN Suska Riau, Jumat (18/9/2026).
Acara yang digelar di Gedung Teater Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi ini dibuka Dekan FDIK Prof. Masduki dan dihadiri Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Magister Media dan Komunikasi (Medkom) Dr. Tika Mutia, Kaprodi PMI Dr. Yefni, para dosen dan civitas akademika FDIK UIN Suska.
Didepan mahasiswa S2 Medkom dan SI Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), CEO perusahaan penyedia teknologi berbasis big data ini memaparkan tantangan terkait produksi dan bersaing dengan informasi yang belum tentu kebenarannya.
“Peran teman-teman dimasa depan adalah bagaimana mengubah data menjadi sebuah keputusan dan aksi, dan ini strategi. Harapannya teman lulus dari UIN punya mindset itu,” ungkapnya.

Co-founder & CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa.
Pria lulusan S3 Manajemen Pemasaran dari Universitas Indonesia ini juga mengingatkan bahwa perkembangan AI harus disikapi bijak oleh mahasiswa, menempatkan pada porsinya sehingga tidak dikendalikan oleh AI.
“Kita sebagai mahasiswa tentu tidak bisa anti kemajuan teknologi, AI dijadikan alat bantu dan kita harus tetap jadi Authority -nya, yang pada akhirnya rasa digantikan oleh mesin atau AI,” pungkasnya.
Kabar Kampar
Kepala Bapenda Kampar Zamhur Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD
Bekawan.com – Pemkab Kampar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah menyusun kajian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada. Hal itu diungkapkan Kepala Bapenda Kampar Zamhur, ST, MM dalam rapat Percepatan Penerimaan PAD kabupaten Kampar yang berlangsung di Aula Bapenda, Selasa (8/9/2026) siang.
“Pemkab Kampar melalui Bapenda sedang menginisiasi sebuah kajian bagaimana potensi daerah kita tergarap maksimal dan masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada, jadi kita bikin kajian itu baik dari sisi retribusi maupun pajak daerah,” papar Zamhur.
Dengan kajian potensi ini, Kepala Bapenda menyebut akan ada perubahan metode dalam menentukan jumlah target PAD masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap tahunnya.
“Jika selama ini kita selalu berdasarkan realisasi tahun sebelumnya, jika tercapai target di tahun sebelumnya, maka tahun ini di tingkatkan, jika tidak tercapai, lalu diturunkan tergetnya, kedepan tidak seperti itu lagi. Ketika kita sudah tahu potensi pajak dan retribusi daerah, tercapai atau tidak hanya satu satu indikator, ada indikator utama yaitu potensi pajak dan retribusi daerah,” papar Zamhur didepan perwakilan OPD Penghasil PAD.

Sejumlah perwakilan OPD saat mengikuti rapat yang dipimpin Kepala Bapenda Kampar.
Langkah ini, lanjut Zamhur juga akan berdampak terhadap penilaian kemampuan kepala OPD dalam memimpin instansinya. Bahwa khusus bagi OPD penghasil PAD akan sangat mudah menentukan apakah Kepala OPD tersebut berhasil atau tidak memimpin instansinya.
“Salah satunya indikatornya adalah keberhasilan merealisasikan target yang tetapkan, Bapenda Kampar juga telah memastikan bahwa saat ini target yang diberikan ke masing-masing OPD sesuai dengan potensi yang ada. Sehingga apabila tercapai, itu ada prestasi bagi kepala OPD, namun jika tidak tercapai ini tentu akan ada evaluasi dari pimpinan, karena kita telah menetapkan sesuai potensi yang ada sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut masing-masing OPD juga memaparkan persentase target yang telah dicapai hingga peluang peningkatan PAD, mulai dari penyewaan Billboard di Diskominfo Kampar, Tenaga Kerja Asing (TKA) hingga memaksimalkan potensi wisata di Kawasan Danau Rusa. (Aldi Irpan)
-
Kabar8 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik8 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik7 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik10 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik7 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
